GMPI : Relokasi Pedagang Pasar Rengasdengklok Terlalu Dipaksakan

Anggadita
Anggadita

POJOKJABAR.com, KARAWANG – Rencana relokasi para pedagang Pasar Tradisional Lama Rengasdengklok ke Pasar Proklamasi Rengasdengklok nampaknya tidak akan berjalan mudah.


Hal tersebut lantaran adanya bermunculan spanduk-spanduk yang terbentang sebagai bukti dari para pedagang yang menolak untuk direlokasi ke Pasar Proklamasi Rengasdengklok yang telah direncanakan oleh Pemerintah Kabupaten Karawang.

Menanggapi hal itu, Anggadita atau yang biasa akrab disapa Aa Angga, salah satu tokoh pemuda di Kecamatan Rengasdengklok juga sebagai Pengurus Departemen Kepemudaan DPP Ormas GMPI, menyampaikan bahwa untuk merelokasi para pedagang Pasar Tradisional Lama Rengasdengklok Pemerintah Kabupaten Karawang terkesan memaksakan kehendak.

“Kalau memang ada penolakan relokasi, pemerintah alangkah lebih baiknya jangan terlalu memaksakan kehendak sendiri, pemerintah seharusnya memikirkan terlebih dahulu dampaknya seperti apa,” ucap Angga kepada Pojokjabar, Sabtu (05/11/2022).


Ia juga mengatakan ketika berbicara tentang relokasi, relokasi adalah pemindahan dari tempat para pedagang yang lama ke tempat para pedagang yang baru, bukan pedagang baru ke tempat yang baru.

“Kalau dilihat dari data banyak yang sudah masuk ke Pasar Proklamasi, apakah itu toh 100% pedagang yang mengisi pasar Proklamasi Rengasdengklok atau malah lebih banyak pendatang baru,” ujarnya.

Selain itu, Angga juga mengungkapkan bahwa sudah mengantongi sebagian data-data para pedagang yang sudah terdaftar bahkan sudah masuk Down Payment (DP) untuk mengisi Pasar Proklamasi Rengasdengklok yang direncanakan Pemerintah Kabupaten Karawang.

“Data yang ada pada saya itu ada satu atau dua orang yang bukan toh pedagang yang ada di pasar rengasdengklok, akan tetapi sudah terdaftar dan sudah masuk DP ke pasar Proklamasi Rengasdengklok, apakah itu toh 100% pedagang pasar lama atau malah lebih banyak pendatang baru atau jangan-jangan para pedagang siluman yang mengisi,” ungkapnya.

Kemudian, Angga juga menambahkan terkait masalah harga kios yang disediakan oleh pihak pengembang PT Visi Indonesia Mandiri (VIM) itu terlalu mahal sehingga menjadikan beban bagi para pedagang lama.

“Itulah yang di bebankan oleh para pedagang pasar lama rengasdengklok, sehingga itu yang tidak di sepakati oleh sebagian para pedagang yang ada di pasar lama,” tuturnya.

Lebih lanjut, Angga juga mendesak Pemerintah Kabupaten Karawang bisa mencarikan solusi untuk harga kios yang terlalu mahal yang disediakan oleh Pihak Pengembang PT Visi Indonesia Mandiri (VIM).

“Saya juga mendesak kepada pemerintah Kabupaten Karawang agar bisa carikan solusi yang terbaik agar harga-harga kios yang disediakan PT VIM itu bisa dijangkau oleh para pedagang lama, kalau bisa subsidi kan itu pun kalau benar-benar pemerintah kabupaten Karawang berpihak kepada masyarakatnya,” pungkasnya. (Yusup/Pojokjabar)