Camat Jayakerta Angkat Bicara Soal Polemik Proyek Rehabilitasi Jembatan Desa Kampungsawah

Camat Jayakerta Budiman Achmad
Camat Jayakerta Budiman Achmad

POJOKJABAR.com, KARAWANG – Camat Jayakerta Budiman Achmad ikut angkat bicara ihwal pembangunan rehabilitasi jembatan dan Pembangunan Taman Batu disebelah jembatan di Dusun Pasar RT 01/01, Desa Kampungsawah, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, yang jadi pergunjingan warga setempat karena dianggap pemborosan.


Proyek ini bersumber dari anggaran Dana Desa Tahap II Tahun 2022, yang diduga tidak sesuai dengan prioritas penggunaan dana desa tahun 2022.

Camat Jayakerta Budiman Achmad saat dikonfirmasi pojok jabar di kantornya, mengatakan bahwa selama ini tidak mengetahui adanya perencanaan pembangunan rehabilitasi jembatan dan belum menerima izin apapun dengan adanya pembangunan taman batu di samping jembatan yang diungkapkan oleh ketua BPD Desa Kampungsawah.

“Masuk skala prioritas atau tidaknya itu yang tahu desa, ijin itu harus ada suratnya, ijin tertulis atau ijin lisan ngobrol encan, ya saya sejauh ini belum pernah membicarakan itu, tong boro izin ngobrolkeun rek ngabangun jembatan atau taman batu pun belum, ngobrol ge encan kan, kalau pun ada ijin harus tertulis,” ucapnya.


Ia juga mengungkapkan untuk pembangunan pemerintah desa dalam setiap pembangunan yang menggunakan dana desa itu harus melibatkan seluruh pihak dengan dilakukannya musyawarah tingkat RT dan tingkat dusun.

“Pembangunan-pembangunan seperti ini desa harus melibatkan seluruh pihak dalam perencanaan pembangunan, termasuk di bulan-bulan sekarang desa itu harus sudah melaksanakan pembahasan RKPDes untuk tahun 2023 dari sekarang, mulai musyawarah-musyawarah dari tingkat RT, Tingkat Dusun, dari sana mulai diinventarisir kebutuhan-kebutuhan apa yang dibutuhkan masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Budiman juga menyampaikan pembangunan rehabilitasi jembatan itu harus sesuai dengan RPJMDes Perencanaan saat dilaksanakannya musrenbang.

“Kalau gak salah jembatan itu kewenangannya PJT ya, karena jembatannya di irigasi ya, kita juga perlu tahu RPJMDesnya, Desa Kampungsawah ini dengan kepemimpinan 6 tahun ke depan mau dijadikan apa yang ditonjolkan, apakah desa wisata, apakah desa yang indah, apakah desa yang aman, kalau desa yang aman faktor keamanan yang menjadi dominan setiap RT dibuatkan pos kamling gitu,” ujarnya.

Selain itu, Budiman juga menuturkan bahwa setiap kepala desa wajib memasang papan informasi APBDes sebagai Informasi untuk masyarakat desanya. Ia juga berencana akan merubah format papan informasi APBDes.

“Wajib didalam PPK 7 tahun 2014 tentang peraturan pelaksanaan pembangunan dan lain-lain, terus didalam permendagri 114 kepala desa wajib menyampaikan informasi kepada publik melalui wahana dan alat yang mudah dibaca oleh masyarakat, dan papan informasi itu desa harus membuat dua, yang satu tentang realisasi tentang APBDes tahun yang lalu dan yang kedua APBDes tahun yang sedang berjalan,” tuturnya.

Sementara itu, Budiman Achmad juga mengakui mendapatkan informasi laporan dari mentor-mentor desa bahwa Kepala Desa Kampungsawah sering tidak hadir setiap kegiatan minggon desa.

“Saya juga dapat informasi laporan dari mentor desa menyampaikan kepala Desa Kampungsawah sering tidak hadir pada saat minggon desa, padahal cuma hadir aja,” pungkasnya. (Ayt/Pojokjabar)