Pembangunan Rehabilitasi Jembatan Desa Kampung Sawah Dianggap Pemborosan

Pembangunan Rehabilitasi Jembatan di Desa Kampungsawah
Pembangunan Rehabilitasi Jembatan di Desa Kampungsawah

POJOKJABAR.com, KARAWANG – Pembangunan Rehabilitasi Jembatan di Dusun Pasar RT 01/01, Desa Kampungsawah, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, yang bersumber dari anggaran Dana Desa Tahap II Tahun 2022 diduga tidak sesuai dengan skala prioritas pengunaan dana desa tahun 2022, sehingga menjadi pertanyaan warga.


Menurut warga Desa Kampungsawah yang berinisial A menyampaikan bahwa pembangunan rehabilitasi jembatan dengan menggunakan anggaran Dana Desa Tahap II Tahun 2022 dengan nilai Rp.122.000.000,- yang berlokasi di Dusun Pasar RT 01/01, Desa Kampungsawah, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, diduga tidak tepat sasaran dan lebih mementingkan kemewahan dibandingkan untuk kepentingan warga Desa Kampungsawah terutama petani.

“Seharusnya pembangunan rehab jembatan itu gak perlu terlalu berlebihan karena akan memboroskan anggaran, lebih baik rehab jembatan secara normal saja anggaran lebih irit, masalahnya pembangunan di Desa Kampungsawah masih banyak yang harus diprioritaskan terutama yang berada di wilayah Dusun Karajan sangat memerlukan Laningan, kalau tidak segera dilaning kemungkinan saluran air yang masuk ke area pesawahan makin lama akan makin menyempit akibat penebokan galengan karna tidak adanya Laningan pada akhirnya air sulit masuk ke area pesawahan kami, jadi kalau mau nyawah itu sekarang harus nunggu air bembang banjir baru sawah bisa masuk air,” ucapnya.

Lebih lanjut, Ia juga mengatakan bahwa Pemerintah Desa Kampungsawah seharusnya lebih memprioritaskan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dan para petani untuk meningkatkan perekonomian di Desa Kampungsawah.


“Coba pemerintah desa prioritaskan dulu kebutuhan masyarakat dan petani terutama di dusun Karajan mau turun nyawah tidak nunggu-nunggu air bembang banjir, jembatan pasar kalau kata kami itu bukan rehab malah dibuat untuk keindahan semata hanya sebatas ingin terlihat wah, dari fungsinya sama saja, padahal normal-normal saja seperti Desa Medangasem, tadi sore saya liat pake keramik segala terus pake lampu bulat bulat, anggaran berapa duit, sepertinya anggaran gede, coba kalau dianggarkan buat laningan, saluran air bagus terlihat rapi dan tidak ada yang menyempitkan saluran air, jadi bener bener meningkatkan perekonomian petani yang ada di Desa Kampungsawah khususnya wilayah Karajan yang selalu kesulitan air,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Komarudin Ketua BPD Desa Kampungsawah saat dikonfirmasi PojokJabar, mengatakan bahwa pembangunan rehabilitasi jembatan tersebut sesuai dengan ajuan APBDes melalui Musrembang dan sesuai Program visi-misi Kepala Desa Kampungsawah yang berencana akan membangun taman setiap pinggir saluran irigasi.

“Ya sesuai dengan ajuan APBDes, masyarakat sedang berlangsung pembangunannya tinggal turap doang pembangunannya, dan akan di ajukan tahun depan untuk tambahannya, emang itu program kepala desa visi misinya untuk membangun mukanya dulu kita bangun dan awalnya ke bawah itu mau bikin taman setiap pinggiran saluran irigasi, karena ke bawah kendalanya banyak warung punya masyarakat jadi jembatan dulu yang digarap, dan untuk jalan-jalan turap juga sedang berlanjut dan untuk lokasi yang sering kebanjiran juga sudah selesai turapnya,” kata Komarudin Ketua BPD Desa Kampungsawah.

Lebih lanjut, dirinya juga mengungkapkan bahwa selain pembangunan rehabilitasi jembatan ada juga pembangunan taman batu pinggir jalan itu sudah ijin terlebih dahulu dan disetujui oleh pihak kecamatan.

“Aturan yang mana kalau sudah disepakati oleh musrembang ya sudah jadi aturan, itu kan aturan perdes, itu sudah ijin ke pihak kecamatan di acc dan disetujui kecamatan ya otomatis dilaksanakan, kalau PJT menggunggat jembatan itu ya gugat aja masyarakat yang bangun rumah di pinggir jalan, kalau kami membangun memperindah muka desa digugat ya gugat mereka masyarakat yang membangun ditepat jalan kumuh nggak, dan tujuan saya supaya itu tidak ada yang membuat rumah lagi ya dibuatlah taman didepannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Abdul Latip sebagai Pendamping Desa yang merangkap menjadi Anggota BPD Desa Kampungsawah terkait pembangunan rehabilitasi jembatan menyampaikan sesuai musyawarah dengan BPD dan yang lainnya.

“Ya bukan masalah regulasinya, itu kan sudah dimusyawarahkan sama yang lain BPD dan yang lainnya, untuk aturannya lihat aja Permendes nomor 7 tahun 2021,” pungkasnya. (Ayt/Pojokjabar)