Incinerator Seharga 20 Miliar Dibiarkan Terbengkalai di TPA Jalupang

Incenerator Terbengkalai di TPA Jalupang
Incenerator Terbengkalai di TPA Jalupang

POJOKJABAR.com, KARAWANG– Tumpukkan sampah yang sudah melebihi kapasitas di TPA Jalupang di Kabupaten Karawang mengakibatkan tiga tower besar incinerator tidak berfungsi.


Sekjen LSM Kompak Reformasi Pancajihadi Alpanji menilai bukan sesuatu yang baru dan hal yang aneh. Terlihat dari buruknya pengelolaan sampah mulai dari hulu sampai hilir.

Secara kasat mata tiga tower besar incinerator hingga saat ini terbengkalai tertutup dengan sampah, bahkan dari sektor hilir di TPA Jalupang sangat overloaded.

“Padahal incenerator idealnya digunakan untuk mengurangi tumpukan sampah bukan ditutupi sampah. Kami prihatin dengan tidak berfungsinya incenerator tersebut yang sudah memakan anggaran hampir 20 Miliar yang belum digunakan bahkan sudah tidak bisa digunakan sama sekali,” ucap Pancajihadi Al Panji menyampaikan kepada Pojok Jabar, Selasa (09/08/2022).


Ia juga mengutip bahwa dari SP2HP serangakaian tindakan penyelidikan dengan meminta keterangan terhadap pihak terkait sehingga terdapat hasil temuan perbuatan yang melawan hukum dan berpotensi mengakibatkan kerugian negara.

“Proyek tiga Incinerator ini pernah ditangani pihak Polda jabar Unit III Subdit III Dit Reskrimsus Polda Jabar, Kami kutip dari SP2HP bahwa telah dilakukan serangkaian tindakan penyelidikan dengan melakukan permintaan keterangan terhadap pihak-pihak yang terkait dalam pekerjaan tersebut, evaluasi terhadap dokumen, melaksanakan pengecekan fisik di lapangan oleh Ahli Teknik Sipil dari Polban, Audit Inspektorat Pemerintah Kab. Karawang dan Audit dari BPK RI, hasilnya terdapat temuan perbuatan melawan hukum dan potensi Kerugian Negara, namun temuan tersebut sudah ditindaklanjuti dan dibayarkan ke Kas Negara yang mengakibatkan Kerugian Negara sudah terpulihkan, sehingga terhadap penyelidikan yang telah dilakukan tersebut Sidak dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan dan dalam hal ini penyelidikan tersebut dihentikan, tetapi apabila di kemudian hari ditemukan adanya bukti baru maka dapat dilanjutkan kembali,” ujarnya.

Selain itu, dirinya juga mengungkapkan mendapatkan Informasi yang terbaru terkait anggaran yang sudah dicairkan oleh rekanan sebelum pekerjaan itu diselesaikan dan dirinya juga menduga ada pencairan anggaran ada hubungannya dengan pencalonan pilkada tahun 2015.

“Kami mendapatkan informasi terbaru bahwa proyek tersebut dicairkan oleh rekanan sebelum pekerjaan itu selesai dan diduga ada hubungannya pencairan tersebut dengan pendanaan calon peserta Pilkada 2015. Sedangkan menurut informasi pelapor kasus Jalupang telah mencabut laporannya. Ini bermakna kami bisa melaporkan kembali dengan melampirkan informasi temuan-temuan baru,” ungkapnya.

Sementara itu, Sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat juga mempertanyakan kinerja Bupati Karawang yang sudah dua periode ini tidak pernah melakukan tindakan apapun terkait tiga incinerator TPA Jalupang yang tidak berfungsi.

“Kami juga prihatin dengan kepemimpinan bupati Cellica selama dua periode jalan tidak pernah mempertanyakan apalagi menyidak memastikan tiga incinerator berjalan atau tidak. Seperti tidak peduli sama sekali padahal tugas Bupati yang menyusun anggaran bersama legislatif anggaran milyaran tersebut namun tidak peduli sama sekali realisasi dan fungsi proyek tiga incinerator tersebut,” pungkasnya. (Ayt/Pojokjabar)