Kepala BNNK Karawang Sebut YN Anggota DPRD Purwakarta Konsumsi Sabu Sedikit, Tes Urin Jadi Negatif

Ilustrasi Narkotika Jenis Sabu
Ilustrasi Narkotika Jenis Sabu

POJOKJABAR.com, KARAWANG – Kepala BNNK Karawang R.Dea Rhifano mengklarifikasi terkait kasus penangkapan anggota DPRD Purwakarta YN bersama dua temannya LA dan WW yang ditangkap Polres Purwakarta ketika sedang berpesta narkotika jenis sabu-sabu, dan kasusnya yang dilimpahkan ke BNNK Karawang oleh Polres Purwakarta pada tanggal 03 agustus 2022.


Berdasarkan hasil Assesment dan test urine Anggota DPRD Purwakarta dinyatakan negatif sementara kedua temannya LA dan WW itu positif.

“Klarifikasi tolong ke teman-teman media karena tadi juga udah ada dari apa media lain hubungi saya, Hasil penangkapan dari Polres Purwakarta memang hasilnya positif tapi ketika dibawa ke sini setelah beberapa hari kemudian dibawa ke BNNK Karawang itu memang sudah beberapa hari sehingga hasil tes urine negatif,” ucap R.Dea Rhifano menyampaikan saat dikonfirmasi Pojok Jabar, Jum’at, (05/08/2022).

Ia juga menjelaskan hasil assesment medis dan test urine YN anggota DPRD Purwakarta itu tidak bisa disamakan dengan hasil Polres Purwakarta pasca penangkapan YN dan kedua temannya. Pasalnya YN saat menggunakan Narkotika jenis sabu-sabu itu hanya sedikit tidak seperti kedua temannya.


“Hasil tes urine melalui beberapa hari hasilnya itu negatif untuk YN, jadi nggak bisa disamakan hasil Polres purwakarta ketika sama setelah beberapa hari dibawa ke BNNK Karawang itu negatif pasti beda hasilnya, terus kedua kenapa yang kedua temannya masih positif nih, ya karena yang bersangkutan ini YN makainya cuma sedikit lebih cepat hilangnya, kalau yang sebelumnya kan si cowok sama cewek ini dia itu masih positif mungkin makainya makanya pas di bawah hasilnya masih Positif,” jelasnya.

Lebih lanjut, R. Dea Rhifano juga mengatakan bahwa pemakaian narkotika jenis sabu-sabu itu ada jangka waktu tertentu dan bagaimana kualitasnya narkotika jenis sabu-sabu tersebut.

“Kalau udah dibawa beberapa hari itu kan dia pasti tergantung lagi pemakaiannya dia seperti itu berarti ada jangka waktunya, kalau misalnya kualitasnya biasa ya paling 4 hari juga hilang yang maksudnya ganjanya dicampur sama tembakau nih biasanya gitu, jadi ada perbedaan antara tes urin pas penangkapan polres purwakarta sama hasil tes urin BNNK Karawang, karena ada jeda waktunya,” pungkasnya. (Ayt/Pojokjabar)