Karang Taruna Ciranggon Sebut PT Darmawan Putera Pratama Tak Punya Etika

Ketua Katar Pancaroba, Kiki Fauzi
Ketua Katar Pancaroba, Kiki Fauzi

POJOKJABAR.com, KARAWANG – Pengurus Karang Taruna Pancaroba Desa Ciranggon Kecamatan Majalaya bereaksi keras terhadap PT Darmawan Putera Pratama (PT DPP).


Pasalnya, perusahaan berdomisili Jakarta pemegang tender dari Pertamina BBS 03 wilayah Ciranggon dianggap tidak sedikit pun memiliki upaya dan etika baik ketika akan terlaksananya kembali pelaksanaan kegiatan proyek di wilayah Desa Ciranggon.

Karena PT DPP memberikan surat tugas kepada seseorang yang tidak memiliki sedikitpun kedekatan secara emosional dengan para warga Desa Ciranggon serta tidak memahami kearifan lokal yang ada di wilayah Desa Ciranggon,” kata Ketua Katar Pancaroba, Kiki Fauzi, Kamis (4/8/2022) sore.

Kiki menegaskan, pihaknya tidak sedikit pun mempermasalahkan perusahaan menujuk dan memeberikan surat tugas kepada siapapun, karena itu merupakan hak perusahaan.


Tetapi, sambungnya, ada proses etika yang tidak dijalankan, padahal PT DPP selama ini selalu membantu dalam segala bentuk kegiatan sosial yang ada di Desa Ciranggon.

“Namun saat ini malah terjadi tindakan yang tidak arif. Seharusnya apa susahnya menjalin komunikasi dan kordinasi dalam bentuk tindakan etika yang baik dengan cara bermusyawarah yang baik agar semuanya terjadi cipta Kondusif,” ujarnya.

Kiki pun berharap agar PT DPP untuk mempertimbangkan pemberian tugas kepada seseorang yang orang tersebut dinilai tidak memahami tentang sebuah etika adab dan kearifan di lingkungan sekitar.

Selain itu, pemegang hak atau surat tugas dinilai tidak menjalankan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat Desa Ciranggon.

“Segala sesuatu kebaikan harus dikordinasikan serta dikomunikasikan dan di musyawarahkan, tidak serta merta bahwa ketika ada seseorang yang telah mendapat surat tugas dari PT DPP malah bersikap seolah orang yang paling berwenang dan berkuasa dalam mengatur segalanya,” tutupnya.

Hingga berita ini terbit, belum ada pihak PT DPP yang memberikan respon. (Ega/Pojokjabar)