Terkuak Motif Pelaku Pembunuh Sopir Taksi Online yang Ditemukan Tewas Terlilit Lakban di Indramayu

Ekspos kasus penemuan jasad laki-laki yang terlilit lakban di Sungai Panaran Jl. Soekarno Hatta, Desa Pekandangan, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Selasa (2/8/2022).

POJOKJABAR.id, INDRAMAYU – Polres Indramayu berhasil mengungkap kasus penemuan jmayat sopir taksi yang terlilit lakban di Sungai Panaran Jl. Soekarno Hatta, Desa Pekandangan, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Selasa (2/8/2022).


Jasad laki-laki tersebut berinisial W (54) tahun di Indramayu, sebagai sopir taksi online yang beralamat di Perum Central Park Cikarang Blok B-4, No. 30 Rt 055 Rw 022, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

Kapolres Indramayu Polda Jabar AKBP M. Lukman Syarif mengungkapkan bahwa ada dua pelaku yang telah ditangkap oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Indramayu Polda Jabar.

“ASW alias AWI (34) warga Kecamatan Simpor, Kabupaten Kebumen. Ditangkap di Tanjung Priok,” ujar AKBP M. Lukman Syarif.


BACA JUGA : Polres Indramayu Ringkus Pelaku Pembunuhan Berencana

Selain itu, SLS alias SSN (40), warga Lumajang, Jawa Timur. Ditangkap setelah melarikan diri ke Lumajang- Jawa Timur, pada tanggal 30 Juli 2022.

Motif pembunuhan yang dilakukan oleh ASW dan SLS karena ingin memilik kendaraan yang dimiliki korban.

BACA JUGA : Terungkap! Ini Pelaku Pembunuhan Sadis di Indramayu

“Karena kedua pelaku tersebut membutuhkan uang untuk melunasi hutangnya,” terang Kapolres.

Lanjut disampaikannya, untuk manghabisi nyawa korban, pelaku mencekik leher korban dari belakang menggunakan tali (pintalan lakban coklat) sambil memukuli korban, tersangka ASW alias AWI langsung menarik tuas jok agar sandaran jok turun, lalu memegang kedua kaki korban, hingga korban lemas.

BACA JUGA : Sesoyok Mayat Perempuan Lansia Tergeletak di Indramayu, Diduga Korban Berasal dari Kota Bogor

Setelah korban lemas, pelaku SLS melepaskan jeratan tali lalu membekap leher korban dengan lengan tangan kanannya kemudian menariknya kebaris kursi belakang, lalu melakban wajah dan kepala korban dengan menggunakan lakban coklat, lalu mengikat pergelangan kedua tangan korban dengan menggunakan lakban coklat.

Kapolres menyebut, ke dua pelaku tersebut menghabisi nyawa korban di wilayah Cikarang- Bekasi. Lalu mereka membuang jasad tersebut di Indramayu.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan antaralain lilitan lakban, pakaian korban, sabuk pinggang milik korban, jam tangan milik korban, tasbih milik korban dan uang sebesar Rp 44.000, milik korban.

Adapun pasal yang dikenakan terhadap para pelaku adalah Pasal 340 KUHP dan Pasal 338 KUHP serta Pasal 365 ayat (2) ke 3 KUHP. “Ancaman hukuman seumur hidup.” Tutupnya.