Warga Minta Panitia PAW Kades Telukambulu Diganti

M Jamin Tokoh Masyarakat Desa Telukambulu
M Jamin Tokoh Masyarakat Desa Telukambulu

POJOKJABAR.com, KARAWANG – M Jamin setuju dengan pernyataan Rumin dan Juman, yang merupakan sebagai warga Desa Telukambulu terkait mekanisme penyelenggaraan Pemilihan Antara Waktu (PAW) Desa Telukambulu, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, yang harus melibatkan seluruh masyarakat dalam pemilihan tokoh masyarakat.


M. Jamin juga setuju dengan apa yang dikatakan oleh Rumin dan Juman, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) merupakan lembaga yang mewakili penduduk desa yang harus menyerap segala bentuk aspirasi dari masyarakat.

“Ya kalau dari kita mah ngikutiin aja, yang penting mekanisme benar dan untuk pak Rumin dan pak Juman juga bagus dalam komentarnya, kita ini tidak ada yang menggagalkan untuk PAW cuma kalau mekanisme yang gak benar dikhawatirkan ceos, dan itupun atas kemauan seluruh masyarakat desa telukambulu agar PAW ini berjalan lancar, aman dan tertib, karena semua masyarakat telukambulu masih merasa berkabung karena belum punya lurah definitif sampai saat ini,” ujarnya, Selasa, (28/6/2022).

Dirinya juga meminta agar Ketua Panitia beserta jajaran Penyelenggara Pemilihan Antar Waktu (PAW) Desa Telukambulu itu diganti orangnya dan mencabut seluruh SK PAW dari Bupati Kabupaten Karawang.


“Ya karena itu, ketua panitianya kan sepupuhan sama salah satu calon, kejujurannya juga kan diragukan walaupun sudah disumpah bagaimanapun juga, dan sebelum dibentuk jadi ketua panitia, ketua panitia yang kemarin sudah menjadi teamses salah satu kandidat bakal calon sebelah, jadi kejujurannya sangat diragukan,” tuturnya.

Selain itu, Berdasarkan informasi yang didapatkan M Jamin terkait penundaan sementara Pemilihan Antar Waktu (PAW) Desa Telukambulu dari hasil rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah.

“Karena menurut informasi yang kita dapat pertama PAW ditunda sementara waktu, kedua akan kembali dilaksanakan dengan keputusan jadwal tahapan baru dan beberapa perbaikan-perbaikan dalam pelaksanaan PAW, sekaligus SK lama dicabut dan dapat dilaksanakan kembali atas permohonan BPD dengan memperhatikan kondusifitas masyarakat Desa Telukambulu,” pungkasnya. (Ayt/Pojokjabar)