LSM Lidik Akan Laporkan Kasie SDA PUPR Karawang ke BKPSDM

Ketua DPC Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lidik, Suhanta
Ketua DPC Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lidik, Suhanta

POJOKJABAR.com, KARAWANG – Ketua DPC Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lidik, Suhanta, berencana melaporkan Kasie Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Karawang, Rambudi, ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).


Hal itu dilakukan Suhanta karena menilai Rambudi adalah pejabat di lingkungan Pemkab Karawang yang dikenal tertutup kepada wartawan dan LSM ketika diminta konfirmasi.

“Kami meminta BKPSDM menegur dan memberi sanksi kepada Kasie SDA tentang kebijakaan menjalankan tugas sebagai pajabat publik,” ujar Suhanta, kepada Pojok Jabar, Selasa (21/6/2022).

Menurut Suhanta, seharusnya pejabat publik yang digaji dari uang rakyat harus bisa terbuka ketika diminta informasi apapun seputar kepentingan publik.


“Kami DPC LSM LIDIK dalam waktu dekat akan mengirim kan surat ke BKPSDM Kabupaten Karawang,” ujarnya.

Menurur Suhanta, seharusnya ada sinergi antara pejabat publik dan juga masyarakat maupun media massa yang ada agar peningkatan kualitas pelayanan publik dapat tercapai seperti yang diharapkan.

“Pejabat publik tidak boleh jauh dari masyarakat dan media, karena namanya juga pejabat publik tugasnya melayani publik atau masyarakat,” tandasnya.

Suhanta menjelaskan, jika ada badan publik yang dengan sengaja menyembunyikan atau tidak menyediakan informasi secara terbuka, maka badan publik tersebut bisa dituntut.

“Begitulah tuntutan yang ada dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) yang mulai berlaku sejak April 2010,” katanya.

Proyek Drainase di Desa Sukaratu
Proyek Drainase di Desa Sukaratu. (A Yusup Tohiri/Pojokkarawang)

Sebelumnya, Rambudi sangat sulit ketika dikonfirmasi ihwal proyek drainase di Dusun Rawaraden, Desa Sukaratu, Kecamatan Cilebar, yang diduga tidak sesuai RAB.

Beberapa kali dihubungi, Rambudi memilih bungkam dan tidak merespons upaya konfirmasi Jurnalis Pojok Jabar, Ahmad Yusup Tohiri.

“Sudah 18 kali ditelepon tidak mau respons,” ujar Yusup.

Diketahui, proyek pembangunan u-ditch ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Karawang Tahun 2022 yang dikerjakan oleh CV. TYAMA LOGIE dengan Volume Panjang = 240,00 M’ dan Tinggi = 30×30 cm, dengan Nilai Kontrak Rp. 189.917.200.,00. (AYT/Ega/Pojokjabar)