Ada Joki Perangkat Desa dan Gunakan Ijazah Palsu di Desa Kertamulya, Warga Protes!

Surat Pernyataan Warga Desa Kertamulya Soal Adanya Joki Perangkat Desa.

POJOKJABAR.com, KARAWANG – Warga Desa Kertamulya Kecamatan Pedes Kabupaten Karawang ramai-ramai membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk protes adanya dugaan joki perangkat desa.


Tak hanya itu, warga juga menduga ada beberapa perangkat Desa Kertamulya yang menggunakan ijazah palsu atau hasil scan.

Sekretaris Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI), Kabupaten Karawang, Aan Karyanto sudah mendengar ihwal kabar joki perangkat desa tersebut.

“Kami pengurus PPDI Karawang sepakat akan tunduk dan taat serta siap menjalankan peraturan dan perundangan yang berlaku, yang mengatur tentang pemberhentian dan pengangkatan perangkat desa khususnya di Kabupaten karawang,” ucap Aan Karyanto, kepada pojokjabar.com, Kamis (26/5/2022).


Selanjutnya, Aan juga mengungkapkan  PPDI sangat menghormati dan mengapresiasi langkah Sekda Kabupaten Karawang yang telah mengeluarkan surat edaran No 141/1723/DPMD tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Desa tertanggal 24 maret 2021.

“Kami pun sepakat yang terdiktum dalam poin 4, Hurup (c ) Memberikan sanksi kepada Kepala Desa yang tidak melaksanakan kewajiban untuk mentaati dan menegakan peraturan perundang- undangan, dalam hal ini ketentuan pengangkatan dan pemberhentian Perangkat Desa sebagaimana pasal 26 ayat (4) huruf c dan pasal 28.ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Desa Nomor 6 Tahum 2014 tentang Desa,” ungkap Aan.

Lebih lanjut Aan mengatakan, jika benar terbukti ada joki perangkat desa di Desa Kertamulya, maka ia anggap itu sebagai pelanggaran.

“Kalau memang itu terjadi ada atau di temukan joki perangkat desa, jelas pelanggaran dan tidak dibenarkan oleh aturan. Kami mendorong dan segera pihak Pemdes Kertamulya untuk memvalidasi ulang, sekaligus memberhentikan perangkat desa yang diduga memakai persyaratan orang lain,” ujarnya.

Sementara itu, Nanang Khoeroni Kasie Pemerintahan Kecamatan Pedes, mengaku telah mengambil langkah dan mengundang pihak Pemdes Kertamulya ihwal dugaan joki perangkat desa.

“Sudah mengundang pihak Pemdes Kertamulya pada hari jumat tanggal 20 Mei 2022 untuk klarifikasi hal tersebut,” ucap Nanang Khoeroni.

Kesimpulan dari pertemuan itu, Pemdes dan BPD Kertamulya menyepakati untuk merubah dan mengganti susunan perangkat desa yang dianggap tidak sesuai dengan regulasi.

Di tempat berbeda, Ade Sobur Ketua BPD Desa Kertamulya berharap masalah ini segera tuntas.

Selain itu, kesepakatan untuk validasi ulang perangkat desa harus diketahui oleh BPD.

“Kemarin saya mendesak kasus joki perangkat desa dalam waktu dekat harus ada penyelesaian dalam tahapan pengunduran diri, kemudian proses penggantinya, dan adapun calon-calon penggantinya harus dikomunikasikan dulu sama BPD,” pungkasnya. (AYT/Pojokjabar)