Baliho dan Banner Erafone Karawang Ganggu Keindahan Kota

Mall Ramayana Karawang
Penampakan Baliho dan Banner Erafone Karawang di sekitar Mall Ramayana Karawang./Foto: Ega

POJOKJABAR.com, KARAWANG– Sebanyak 20 (dua puluh) titik banner salah satu toko handphone (HP) baru, terpasang di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Karawang.


Kondisi ini dikeluhkan oleh pengguna jalan.

Warga menganggap pemasangan banner ini mengganggu keindahan kota dan para pengguna jalan.

“Jadi kelihatan kumuh,” ujar Wanto, warga Karawang.


Mall Ramayana Karawang
Penampakan Baliho dan Banner Erafone Karawang di sekitar Mall Ramayana Karawang./Foto: Ega

 

Usut punya usut, ke-20 banner tersebut adalah milik Erafone yang baru saja buka di sekitar bundaran Mall Ramayana Karawang, belum lama ini.

Diduga pemasangan banner tersebut ilegal, karena menjadikan trotoar sebagai pemasangan banner.

Namun, hal tersebut dibantah oleh pejabat internal di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Karawang.

Pihaknya menyebut bahwa toko handphone yang baru launching tersebut sudah sesuai prosedur, dimana sebelumnya sudah mengajukan izin hingga membayar pajak reklame untuk dua pekan ke depan.

“Pihak Erafone, melalui jasa vendornya tempo hari ke sini (Bapenda), meminta izin untuk memasang banner, dan membayar pajak sesuai aturan untuk dua minggu ke depan,”ujar sumber terpercaya melalui saluran handphone, Kamis (23/12/21).

Pada saat yang bersamaan, Pojokjabar.com berhasil memperoleh informasi dari penerima jasa yang waktu itu mengajukan izin pemasangan banner tersebut.

Dirinya menyebut bahwa izin pemasangan banner sudah ditempuh, dan pembayaran pajak pun sudah dilakukan, yakni sebesar Rp. 5.000.000 untuk 2 (dua) minggu ke depan.

Namun demikian, pihak Bapenda akan mengecek kembali, sesuai atau tidaknya pemasangan banner tersebut.

Serta akan memanggil penerima jasa untuk secepatnya memindahkan banner agar tidak terlalu dekat dengan toko pengusaha HP lain.

“Besok kami akan memanggil yang bersangkutan, agar memindahkan banner tersebut, biar tidak terlalu dekat dengan toko lainnya,” ujarnya.
(ega/pojokjabar)