Satgas Kecewa ke Panitia: Vaksinasi Covid-19 di Stadion Singaperbangsa Kacau!

Ketua Harian Satgas Covid-19 Karawang, Samsuri. (ega/pojokjabar)

Ketua Harian Satgas Covid-19 Karawang, Samsuri. (ega/pojokjabar)


POJOKJABAR.com, KARAWANG – Kerumunan yang terjadi di lokasi vaksinasi Stadion Singaperbangsa Karawang berbuntut panjang.

Satgas Covid-19 mengaku tidak dilibatkan terkait koordinasi kebijakan sistem offline untuk calon peserta vaksinasi sehingga membludak dan menyebabkan kerumunan.

“Evaluasi setiap hari, cuma memang kerumunan ini terjadi setelah adanya kebijakan dari penyelenggara untuk membuka vaksinasi secara offline,” ujar Ketua Harian Satgas Covid-19 Kabupaten Karawang, Samsuri, mengungkapkan kekecewaannya kepada panitia yang tidak matang, saat diwawancara, Senin (2/8/2021).

 

Warga berkerumun di Stadion Singaperbangsa, Karawang. (ega/pojokjabar)

 

Menurut Samsuri, penyelenggara (event organizer) vaksinasi massal di Stadion Singaperbangsa terkesan abai dan tidak matang dalam mempersiapkan kegiatan.

“Ini kelihatannya skenarionya tidak dipersiapkan dengan matang dengan membuka bebas offline hanya berdasarkan KTP,” katanya.

Meski memudahkan masyarakat yang akan melakukan vaksin, namun kata Samsuri, sistem offlone sulit mengukur tingkat kehadiran.

“Ini mungkin dilakukan oleh EO karena capaiannya di hari 1-6 masih kurang hnya 50-60 persen.
kami akan evaluasi nanti saya mau datang ke stadion,” tandasnya.

Sebetulnya, kata Samsuri, kemampuan tenaga kesehatan yang ada di Karawang hanya mampu melakukan vaksin sebanyak 2000 orang per hari.

Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan evaluasi dengan cara daftar di kecamatan masing-masing.

“Sehingga bisa terkendali yang datang ke stadion ini maksimal 2500 orang,” katanya.

Sementara itu, Direktur Lembaga Pemantau, Penanganan, dan Pencegahan Covid-19 Karawang (LP3K), Sunarto, menyentil cara pemerintah menggelar vaksinasi massal tersebut.

Sebab, menurut Narto, kegiatan ini malah menimbulkan antrean dan kerumunan baru. Padahal, dengan mulai banyaknya mutasi baru varian Delta, kerumunan warga sebaiknya dihindari karena bisa menjadi klaster baru penyebaran covid-19.

 

Ketua Harian Satgas Covid-19 Karawang, Samsuri. (ega/pojokjabar)

 

Diketahui, Program vaksinasi massal yang digelar di Stadion Singaperbangsa, Karawang membeludak dan abai protokol kesehatan.

Pantauan di lokasi, sejumlah warga yang akan ikut vaksin nampak berkerumun di lokasi antrean. Acara vaksinasi di Stadion Singaperbangsa ini akan terus berlangsung sampai 18 Agustus 2021. (Ega/Pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds