Anggota Pansus Fraksi PKS: Waspada Benturan Narasi dengan Hukum Nasional

Perwakilan umat Islam Karawang terkait rapat Pansus Perda Miras, Senin (31/5/2021)./Foto: Ega

Perwakilan umat Islam Karawang terkait rapat Pansus Perda Miras, Senin (31/5/2021)./Foto: Ega


POJOKKARAWANG.com– Anggota Pansus dari Fraksi PKS, Dedi Sudrajat mengaku mendapatkan semangat dari hasil mufakat yang mendorong menggodokan Raperda Miras di Kabupaten Karawang.

Ia mengaku ada sedikit keteledoran yang membuat suatu kesalahan terkait penggodokan kebijakan itu.

“Rancangan Perda yang sudah sangat bulat pada saat itu diinisiasi oleh kita, boleh jadi dimentahkan kembali, karena berbenturan dengan aturan hukum di atasnya yang kita luput dari itu,” jelasnya.

Tambahnya, meski sudah dengan semangat tinggi memperjuangkan, pihaknya mengaku tak bisa menghasilkan Perda yang diinginkan.

Berkiblat dari pengalaman itu, ia mengaku harus menjadi momen bersama Pansus Raperda Miras kali ini menjadikan momen mendapatkan solusi bersama (produk-produk) yang lebih bermanfaat untuk kemaslahatan warga Kabupaten Karawang.

“Tentunya kita tidak boleh lagi terjebak waspada di permasalahan soal Alquran Sunnah, itu sudah selesai. Yang harus diwaspadai adalah benturan-benturan narasi dengan hukum nasional, ya,” jelasnya.

Pihaknya mengaku, di rapat bersama pansus ini sudah habis-habisan membahas kesemua itu.

“Kayak di Cianjur, mereka juga begitu,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pihak Pansus Raperda Miras ini adalah satu tim dimana tidak ada lagi pro kontra terkait Raperda Miras.

“Sekarang tegas aja dulu, gitum ‘kan. Kita tegaskan pembatasan, pengendalian, pengawasan. Ujungnya nanti jika salah di judul, dikembalikan, ya, kita perbaiki di judul,” bebernya.

Tetapi, katanya, kalau perbaiki dari segi konten, syarat-syaratnya jangan ditahan.

“Dipending, ditunda-tunda, lama, gitu ‘kan, akhirnya entah ke mana,” tandasnya. (ega/mar/pojokkarawang)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds