Ini Sebab Wisatawan Luar Daerah Karawang Dilarang Masuk

Green Canyon Karawang./Foto: Ega

Green Canyon Karawang./Foto: Ega


POJOKKARAWANG.com– Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Karawang, Arief Bijaksana mengatakan bahwa di jalan arteri dan lokasi penyekatan yang masih masuk wilayah Karawang, lebih difokuskan untuk memutarbalikan kendaraan-kendaraan yang hendak mengunjungi tempat wisata.

“Kalau orang Karawang boleh. Tapi untuk wisatawan dari luar Karawang diputarbalikan,” jelasnya.

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana juga mengatakan, dalam masa libur saat ini, pemberlakuan tes rapid antigen acak juga dilakukan oleh Pemkab Karawang di beberapa titik tempat wisata.

Bahkan, pihaknya juga memperketat aturan di tempat wisata Karawang.

“Wisata Karawang hanya diperuntukkan bagi warga ber-KTP Karawang. Dari luar diputarbalik. Ini kami terpaksa lakukan karena memang sebagai langkah dan upaya menekan penyebaran virus Corona,” ujarnya.

Diketahui, ikhtiar menekan kasus corona tidak hanya dilakukan di perbatasan wilayah.

Tapi juga di berbagai tempat wisata di Kabupaten Karawang.

Upayanya adalah melarang wisawatan luar daerah masuk ke lokasi wisata.

Di Pantai Tanjungpakis, Kecamatan Pakisjaya, misalnya, petugas gabungan melakukan penyekatan bagi wisatawan luar Karawang. Hasilnya, 276 kendaraan luar daerah diputar balik.

Rinciannya, 243 sepeda motor, 29 mobil, tiga minibus, dan satu mobil barang.

“Wisata Pantai Tanjungpakis hanya boleh dikunjungi warga lokal, pengunjung dari luar daerah diputarbalikan,” ungkap Kapolsek Pakisjaya Ipda Sunaryo, kemarin.

Di Puncak Sempur, Desa Cintalaksana, Kecamatan Tegalwaru, juga hanya diisi oleh warga lokal. Jepri (26) warga Telukjambe Barat misalnya, dia sengaja memilih berlibur ke Puncak Sempur, untuk merasakan kesejukan alam.

“Di sini tempatnya enak kalau buat refreshing, tapi sayang gak ada sinyal,” ujarnya.

Pengelola Wisata Puncak Sempur sekaligus Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Cintalaksana mengatakan, jumlah pengunjung lebaran tahun ini jauh berbeda dibandingkan tahun sebelumnya.

Karena saat ini masyarakat diberikan kelonggaran untuk berwisata.

“Di Puncak Sempur ini kalau hari-hari biasa sepi, paling habis lebaran aja lumayan ramai,” ujarnya.

Sementara di Green Canyon, Desa Medalsari, Kecamatan Pangkalan, pengelola wisata sempat menutup akses pintu masuk karena jumlah pengunjung sudah melewati batas maksimal yang ditentukan pemerintah.

“Tadi sempet kita tutup dulu untuk menghindari adanya kerumunan. Kami hanya menerima 500 pengunjung setiap hari,” ujar Hendri Heritanto, pengelola Green Canyon.

Selain itu, kesadaran pengunjung untuk menerapkan protokol kesehatan sangat mengkhawatirkan.

Rata-rata dari mereka tidak mengenakan masker, dan tidak melakukan jaga jarak.

Padahal, pengelola wisata selalu mengingatkan pengunjung untuk mengenakan masker, mencuci tangan.

“Protokol kesehatan telah disediakan oleh pengelola,” katanya. Seorang pengunjung, Luthfil Hadi (32) mengatakan, masker tidak perlu digunakan di lokasi wisata air.

“Wisata air itu ga perlu pake masker seharusnya,” tuturnya.

Camat Tegalwaru, Mahfudin mengungkapkan sebanyak 7 lokasi wisata di daerahnya Beroperasi saat libur lebaran. “Ketujuh lokasi wisata tersebut yaitu Puncak Sempur, Cibonteng, Empang Sari, Kampung Turis, Cipaga, Curug Cigentis, Curug Bandung,” ucap Mahfudin.

Sejak hari pertama lebaran hingga hari kedua, lanjut dia, petugas telah melakukan pengecekan acak antigen kepada para pengunjung. Hingga hari ketiga tes tersebut masih terus berlangsung. “Di hari pertama ada sekitar 180 orang. Untuk hari kedua ada 132 orang. Hasil dari semuanya setelah diperiksa hasilnya negatif,” katanya.

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds

resepsi pernikahan kabupaten bekasi dilarang

Uji Coba PTM di Kota Bogor Dihentikan

Terkait penghentian uji coba PTM ini telah meminta Dinas Pendidikan untuk menyampaikan keputusan tersebut kepada sekolah-sekolah yang telah menyelenggarakan uji …