Jelang Ramadan, Ini Pesan Penting Pimpinan Ponpes Al I’tishom Karawang

Tangkapan layar Diskusi publik Umat Islam Karawang via Zoom

Tangkapan layar Diskusi publik Umat Islam Karawang via Zoom


POJOKKARAWANG.com– Pimpinan Ponpes Al I’tishom, Ustadz Dr. H. Achmad Rofi’i, Lc., M. M. Mpd. menegaskan bahwa beramal saleh pada bulan Ramadan adalah salah satu keutamaan di bulan Ramadan.

“Ketika bulan Ramadan dibuka pintu syurga, maka kerjakan apa saja yang membuat kita bisa masuk syurga. Kita ngelamar ‘kan. Namanya ngelamar kerjakan yang Allah suka,” katanya.

 

Kedua, karena Allah tutup pintu neraka, maka tinggalkan segala kemaksiatan.

Menurutnya kemaksiatan harus ditinggal, disesali, dan diganti dengan kebajikan yang Allah suka.

“Sesungguhnya di Karawang ini yang saya tahu, ternyata umat Islam ini, kita bertanggung jawab untuk menjaga, memotivasi, menyemangati sauda-saudara kita di Karawang ini yang jumlahnya tidak sedikit,” jelasnya.

Jumlah umat Islam di Karawang menurut data BPS, katanya, ada sekitar 2 juta orang. Orang non muslimnya hanya sekitar 43 ribu orang.

“Harusnya kita semangat mendorong mereka beribadah di bulan Ramadan. Belum tentu Ramadan nanti kita hidup,” tegasnya.

Pimpinan Ponpes Al I'tishom, Achmad Rafi'i

Pimpinan Ponpes Al I’tishom, Ustad Achmad Rafi’i via Zoom

 

Ia berharap warga Karawang kompak agar menjadi pribadi yang lebih baik, yakni lebih bertakwa kepada Allah Swt.

“Kalau penghuni suatu negeri itu beriman, bertakwa kepada Allah, Kami akan buka pintu langit. Allah menawarkan, mau gak Karawang Allah berkahi? Masak kita gak mau?” ujarnya sembari mengutip perkataan Allah di Alquran.

Sepanjang 2020, katanya, sudah 511 kali terjadi bencana di Indonesia.

Menurutnya, jumlah itu adalah momen dimana Allah mengingatkan Indonesia agar tidak lalai dari Allah.

“Ini adalah perkara yang tak boleh disepelekan,” jelasnya.

Ia mengingatkan warga Karawang akan tiga hal penting. Pertama sebelum, kedua saat, ketiga setelah.

“Mumpung Ramadan sebentar lagi, segera tanggal 29 (Sya’ban). Kalau betul ni kalender, bisa jadi besok Ramadan, kalau sudah keluar hari ru’yat,” katanya.

Ia menekankan agar warga Karawang berdoa agar bisa berjumpa dengan Ramadan.

“Kedua, bekali diri dengan ilmu yang cukup, mumpung ada waktu nih, ilmu kita di-refresh,” katanya.

Ketiga, rencanakan ibadah Ramadan yang terukur. Imam Syafi’i, katanya, khatam Alquran 60 kali saat Ramadan.

Lalu, ia juga menekankan agar umat Islam menjauhi maksiat.

Ia pun menambahkan, agar umat Islam Karawang memperbaiki niat, evaluasi, perbanyak jumlah, kuantitas, dan mengendalikan emosi.

Lalu, pasca Ramadan ia berpesan 3M. Mengendalikan diri, melanjutkan, dan membiasakan.

“Mari kita kerjakan yang ma’ruf-ma’ruf saja. Tinggalkan yang mungkar-mungkar,” tegasnya.

Ia mengajak organisasi sosial, ormas, ulama, lembaga pendidikan, hingga pemerintah agar semua kompak mengerjakan yang ma’ruf dan meninggalkan yang mungkar.

“Ada perhatian khusus agar umat muslim Karawang semua kondusif, khusyuk, tidak terayu, terbujuk hal-hal mungkar. Harusnya pemerintah, umat Islam mendukung agar dosanya tak berlipat-lipat karena sudah memfasilitasi,” katanya.

Berikut ini link diskusi yang disiarkan Online melalui Zoom Meeting:
https://us02web.zoom.us/j/82784878285

Meeting ID : 827 8487 8285
Passcode : psswd2021 (mar/ega/pojokkarawang)

 

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds