5.980 Wanita Muda di Indramayu Memilih Jadi Janda

Ilustrasi Perceraian

Ilustrasi Perceraian


POJOKJABAR.com, Indramayu – Sebanyak 5.980 wanita muda di Kabupaten Indramayu lebih memilih menjadi janda. Mereka enggan melanjutkan rumah tangga atas berbagai alasan.

Para wanita muda pemilih status janda ini rata-rata berusia dibawah 30 tahun. Mereka mengajukan gugat cerai ke Pengadilan Agama (PA) setempat.

Angka sebanyak itu merupakan catatan perkara gugat cerai (GC) di PA Indramayu sepanjang tahun 2020. Sedangkan angka gugat talak (GT), pihak suami yang menggugat, jumlahnya kurang dari separuh yakni hanya 2.399.

Fenomena wanita muda pilih menjanda itu sebagian besar dilatarbelakangi masalah ekonomi. Pandemi covid-19 yang saat ini mendera negeri, menjadi salah satu penyebab morat-maritnya ekonomi keluarga mereka.

“Terbanyak soal ekonomi, lainnya karena pihak ketiga dan faktor kesalahpahaman yang berujung perceraian,” ujar Humas Pengadilan Agama Kabupaten Indramayu, Engkung Kurniati, Kamis (21/1).

Alasan-alasan tadi, kata dia, menjadi penyebab utama istri muda menggugat cerai suami.

Mereka, lanjut Engkung, berdalih sudah tidak tahan hidup berumah tangga dengan himpitan ekonomi saat ini.

Sedangkan untuk 2.399 kasus GT, sebagian besar didominasi oleh suami yang ditinggal istri bekerja sebagai TKW di luar negeri. Para suami tak bisa menahan kebutuhan biologis sehingga memilih bercerai lalu menikah lagi.

Pada awal tahun 2021 ini, sudah tecatat sebanyak 499 perkara terdaftar di PA Indramayu. Perkiraan kenaikan angka, biasanya terjadi pada pertengahan tahun.

“Tahun-tahun sebelumnya memang begitu. Kenaikan pendaftaran perkara ada di bulan Juni-Juli,” pungkas Engkung.

(arf/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds