Banjir di Indramayu Kini Naik Status Darurat Bencana, Begini Sikap Pemerintah Setempat

Plt.Bupati Indramayu, Taufik Hidayat, saat meninjau lokasi banjir di Desa Kongsijaya dan Widasari Kecamatan Widasari, Rabu (61).

Plt.Bupati Indramayu, Taufik Hidayat, saat meninjau lokasi banjir di Desa Kongsijaya dan Widasari Kecamatan Widasari, Rabu (61).


POJOKJABAR.id, INDRAMAYU – Banjir yang menerjang sejumlah kecamatan di Kabupaten Indramayu belum surut. Dalam dua hari terakhir, setidaknya ada tiga kecamatan yang mengalami banjir kondisi terparah yakni Tukdana, Bangodua dan Widasari.

Keadaan ini membuat pemerintah kabupaten setempat menaikkan status kebencanaan banjir menjadi darurat bencana.

Hal itu diungkapkan Plt.Bupati Indramayu, Taufik Hidayat, saat meninjau lokasi banjir di Desa Kongsijaya dan Widasari Kecamatan Widasari, Rabu (6/1).

Menurut Taufik, dengan status darurat bencana, maka seluruh komponen yang dimiliki Pemkab Indramayu segera melakukan upaya penanganan dan penaggulangan.

“Segera dirikan posko bencana, posko kesehatan, dapur umum dan seluruh kebutuhan warga korban banjir,” tegas Taufik.

Dikatakan Taufik, banjir yang terjadi saat ini merupakan imbas dari buruknya saluran-saluran pembuang.

Di Widasari misalnya, kata dia, banjir diakibatkan luapan Sungai Cibuaya yang kondisinya telah mengalami pendangkalan parah.

Selain itu, sepanjang Sungai Cibuaya tidak ada tanggul sehingga elevasi tanah darat warga ketinggiannya sama dengan bibir sungai.

“Harus segera dinormalisasi dan dibuat tanggul sehingga akan menahan air jika terjadi limpasan,” urai Taufik.

Seperti diketahui, banjir akibat luapan Sungai Cibuaya yang menerjang Kecamatan Widasari Kabupaten Indramayu meluas. Genangan air kini menyebar ke lima desa. Padahal sehari sebelumnya hanya tiga desa yang tergenang.

Dua desa yang ikut terdampak luapan Sungai Cibuaya yakni Kalensari dan Bunder. Sedangkan tiga desa yang lebih dulu kebanjiran yakni Bangkaloa Ilir, Widasari dan Kongsijaya.

Limpahan air Sungai Cibuaya di Kabupaten Indramayu terus meluas. Setelah merendam Blok Temulawak Desa Malangsari Kecamatan Bangodua, Sungai Cibuaya menggenangi ratusan rumah di tiga desa di Kecamatan Widasari.

Ketiga desa yang tergenang akibat limpasan Sungai Cibuaya yakni Desa Widasari, Bangkaloa dan Kongsijaya. Terparah dialami warga di Blok Cibogor Desa Widasari. Sedikitnya 420 rumah terendam. Ketinggian air rata-rata 50 centimeter.

Sementara di Desa Bangkaloa, kondisi terparah berada di Blok Kuburan. Sebanyak 125 rumah di blok tersebut, sampai kini masih tergenang air luapan Sungai Cibuaya setinggi 50 cm. Sedangkan di Desa Kongsijaya, limpasan Cibuaya hanya merendam 20 rumah saja.

(rif/pojokbandung)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds

RUPS PLN Angkat 3 Direksi Baru

Sesuai Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Nomor SK-200/MBU/06/2021 dan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PLN tahun 2021