Wanita Indramayu Terjebak di Suriah, 9 Tahun Tak Ada Kabar, Terakhir Berada di Bunker

Keluarga dari TKW asal Indramayu yang hilang di Suriah (ist)

Keluarga dari TKW asal Indramayu yang hilang di Suriah (ist)


POJOKJABAR.com, INDRAMAYU — Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Indramayu berangkat ke Suriah sejak 2011 lalu. Hingga kini tak ada kabar, terakhir menelpon 2012 lalu saat sembunyi di bunker.

Warga Blok Karanganyar RT 7 RW 3 Desa Sukareja, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu ini bernama Suniroh binti Warda yang kini berusia 35 tahun.

Menurut Tursiah (34) bahwa saudaranya tersebut telah 10 tahun ditengarai berada di Suriah.

“Jadi keluarga khawatir, Suniroh terjebak dalam pusaran perang antara pemerintah Suriah dengan kelompok ISIS,” katanya.

Hingga berita ini dibuat, Selasa (4/8/2020) pihak keluarga masih terus berusaha mencari tahu keberadaan Suniroh.

Tursiah menambahkan, bahwa keberangkatan Suniroh ke luar negeri sejak tahun 2011 sama sekali tak diketahui pihak keluarga.

“Namun dari informasi yang didapat, Suniroh berangkat ke Suriah melalui jasa seorang sponsor tenaga kerja asal Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu,” terangnya.

Pihak keluarga melakukan penelusuran ke PT yang menjadi sponsor ke Suriah, namun tidak menemukan PT yang dimaksud.

“Setelah kami telusuri, sponsor tersebut tidak kami temukan. Kami juga sama sekali tidak punya nomor kontak sponsor, apalagi majikannya, “ jelasnya.

Hilangnya Suniroh membuat orang tua dan keluarga panik. Apalagi mereka mendengar kalau ibu dari satu anak tersebut berada di negara yang selama ini tengah dilanda perang saudara.

“Jadi dulu tahun 2012 pas setahun di Suriah, Suniroh pernah menelepon keluarga bahwa dirinya sedang terjebak di tengah peperangan,” katanya.

“Waktu telepon, Suniroh sambil menangis dan bilang bahwa sedang sembunyi di dalam tanah (bunker) karena sedang ada perang di sana, “ jelas Tursiah.

Sejak saat itu, pihak keluarga mulai kehilangan kontak dengan Suniroh.

Upaya pihak keluarga untuk mencari tahu keberadaan Suniroh selama sepuluh tahun terakhir pun masih sia-sia.

“Kami sudah menghubungi KBRI di Damaskus (ibu kota Suriah) namun belum ada informasi lanjutan. Mungkin Suniroh masih dicari, “ lanjutnya.

Suniroh sendiri, setelah cerai dengan suami, Suniroh tinggal bersama orang tua dan anak semata wayangnya.

Karena himpitan ekonomi, ia lalu nekat ke luar negeri untuk mencari peruntungan. Sayang ia justru sekarang tidak diketahui keberadaannya.

Lebih mengenaskan, kedua orang tua Suniroh kini sudah tiada. Ibunya wafat lebih dulu, ayah Suniroh menyusul tepat saat hari raya Idul Adha kemarin.

Andika anak semata wayang Suniroh, menjelaskan bahwa ibunya masih dicari. Kakek dan neneknya meninggal karena memikirkan ibunya yang tak kunjung pulang.

“Semasa hidup, keduanya terus memikirkan ibu. Sampai kondisi kesehatan mereka menurun lalu keduanya meninggal dunia, “ ujar Eri Andika (17).

Anak semata wayang Suniroh ini mengaku sudah lupa wajah ibunya karena ditinggal ke Suriah sejak dia kecil.

(arf/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds