Virus Corona, Objek Wisata di Kabupaten Subang Belum Bisa Beroperasi

Objek wisata pemandian air panas Ciater . Ist

Objek wisata pemandian air panas Ciater . Ist


POJOKJABAR.com, SUBANG – Merebaknya virus corona membuat berbagai objek wisata di Kabupaten Subang tidak beroperasi. Salah satunya adalah Objek Wisata Sari Ater. Biasanya, pengungjung wahana wisata air panas itu perhari bisa mencapai seribu. Tapi kini, suasana ramai itu seakan lenyap begitu saja. Bahkan, prediksi kapan berakhirnya wabah tersebut belum diketahui.

Selama tiga bulan penutupan objek wisata, para pelaku usaha di kawasan pantai laut selatan tersebut tidak memiliki penghasilan sama sekali.

Salah satu yang turut terdampak yakni, Iwan seorang pengusaha warung makan yang letaknya tidak jauh dari pintu masuk objek wisata air panas itu. Karena tak bisa membuka usahanya selama wabah, ia sama sekali tidak mendapatkan penghasilan.

“Karena wabah ini banyak stok dagangan yang gak bisa terjual, salah satunya mie instan. Dari pada kedaluarsa ya akhirnya saya makan sendiri, kalau ada temen yang mau saya kasihkan,” kata Iwan.

Hal sama dialami Nana, yang mengaku saat ini kondisi keuangannya berada dalam keadaan kritis. Ia yang sehari hari bekerja sebagai tukang parkir dan calo villa tidak menerima penghasilan selama tiga bulan.

Pada di hari biasa, dalam sehari ia bisa mendapatkan uang paling sedikit Rp 100 ribu bahkan hingga 200 ribu. Namun kini, paling banyak dalam sehari dia hanya bisa mendapatkan Rp15 ribu saja.

“Ini kan cobaan, kalu bicara ekonomi jadi sulit, ya memang jadi sulit, kesulitan semua kok. Tapi saya yakin kedepannya tempat pariwisata akan dibuka lagi,” katanya.

Terpisah, Corporate Communikation Manager PT. Sari Ater Hotel & Resort, H.Yuki Azuania, mengungkapkan pihakanya siap menghadapi era kenormalan baru atau new normal.

Salah satunya dengan melakukan sosialisasi dan pembinaan mengenai protokol pencegahan Covid-19 di era new normal kepada para pemangku kepentingan seperti mitra kerja.
Ia mengatakan sosialisasi protokol new normal adalah cara perusahaan mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungannya.

“Protokol ini berisi perlindungan kesehatan, keselamatan dan keamanan selama bekerja di lingkungan wisata dan kesiapsiagaan darurat Covid-19 menghadapi kondisi new normal,” ujar Yuki, Jumat (19/6/2020).

Kadisparpora Subang, Asep Setia Permana mengungkapkan dengan adanya perpanjangan PSBB Proporsional hingga 26 Juni 2020 mendatang di Kabupaten Subang, seluruh objek wisata di Subang diminta tidak membuka operasional terlebih dahulu.

“Iya meskipun kita level biru, PSBB Proporsional tetap dilanjutkan. Artinya seluruh objek wisata di Subang tidak diperkenankan buka dulu,” ujar Asep.

(anr/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds