Ratusan Kades dan Lurah di Kabupaten Subang Mangkir Rapid Test

Ilustrasi rapid test.

Ilustrasi rapid test.


POJOKJABAR.com, SUBANG – Dari jumlah sasaran 253 Kepala Desa dan Lurah di Kabupaten Subang, hanya hanya diikuti 13 orang yang hadir untuk mengikuti rapid test yang dilakukan oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 Subang, yang di laksanakan di Aula Pemkab Subang Jumat (5/6/2020).

Minimnya kesadaran para kepala desa tersebut otomatis membuat penanganan Covid-19 di Kabupaten Subang semakin berlarut-larut. Padahal, langkah itu dilakukan untuk memastikan kesehatan para kepala desa menjelang pemberlakukan Adaptasi Kebiasan Baru (AKB) atau new normal.

“Untuk persiapan rapid test ini, kita siapkan untuk 253 orang Kepala Desa. Tapi sampai jam 11.00, baru sebagian yang hadir, hanya 13 orang yang datang. Padahal imbuan rapid tes ini sesuai surat perintah Bupati Subang, tapi tidak diindahkan oleh para kepala desa Desa,” kata Petugas Medis, Hastuti Sukmasari.

Menaggapi hal itu, Jubir Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 Subang, dr.Maxi menjelaskan, banyaknya para kepala desa yang hari ini absen dari jadwal rapid test massal karena sebagian besar kepala desa yang tergabung dalam APDESI (Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia) Subang sudah mengikuti rapid test yang digelar di masing masing Kecamatan beberapa waktu lalu.

“Makanya hari ini hanya ada 15 Kades yang mengikuti rapid test, Alhamdulillah hasilnya non reaktif,” Kata Maxi.

Rapid test masaal hari ini, tak hanya untuk APDESI, digelar juga di empat tempat yang diikuti 169 orang. Di Gedung DPRD 34 orang, PTC Pamanukan 60 orang dan PT. Shinwon 60 orang.

“Hasilnya dua orang reaktif dari PTC Pamanukan . Dan akan segera kami lakukan test swab,” ujarnmya.

Sebelumnya Bupati Subang Ruhimat meminta para Kepala desa dan Lurah yang ada di kabupaten Subang untuk melakukan uji Rapid Test Covid-19.

Bupati menginginkan agar uji Rapid Test Covid-19 tersebut segera dilakukan, karena menurutnya, Kepala Desa sering melakukan kontak langsung dengan masyarakat sehingga potensi reaktif itu ada. Ia juga meminta agar seluruh Camat se-kabupaten Subang untuk dapat mengidentifikasi kepala Desa yang belum sempat melakukan uji Rapid Test Covid-19.

(anr/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds