Viral Video Kades Jalan Cagak Subang Protes ke Ridwan Kamil, Ini Faktanya

Tangkapan layar iral di media sosial Kades Jalan Cagak Subang protes pembagian bansos

Tangkapan layar iral di media sosial Kades Jalan Cagak Subang protes pembagian bansos


POJOKJABAR.com, SUBANG– Kades Jalan Cagak, Indra membenarkan bahwa dirinya memang sengaja membuat video tersebut.

Hal itu agar keluhan aparatur desa hingga RT bisa didengar Pemprov Jabar.

“Pertama alasan saya membuat video itu karena memang kejadian di lapangan mengenai bantuan sosial tentang COVID-19, awalnya kisruh pendataan, kami simpang siur data awal,” katanya.

Dari pihak Dinsos, ucapnya, data tanpa ada kuota siapa saja warga yang terdampak bisa diajukan. Tetapi, pada akhirnya ketika di lapangan yang mendapat bantuan di provinsi itu sesuai dengan data DTKS yang ada di Dinsos.

 

“Bukan data yang dikumpulkan RT/RW,” ujar Indra di kantornya.

Menurutnya perbedaaan data ini membuat kegaduhan di masyarakat. Tidak sedikit masyarakat yang datang ke kantor desa dan menanyakan perihal bantuan kepada RT/RW yang mendata di lapangan.

“Ini yang memicu kericuhan, banyak serangan warga ke RT dan RW,” jelas Indra, seperti dilansir dari detikcom.

Diketahui jumlah warga yang didata terdampak COVID-19 dan diajukan untuk mendapatkan bantuan dari Provinsi Jawa Barat sebanyak 2.252.

Namun, berdasarkan informasi dari perangkat desa, jika merujuk pada data DTKS 1 RT hanya terdata sekitar 7 sampai 15 KK, itu pun belum diketahui ke-update-annya seiring ada warga yang sudah meninggal atau pindah.

Seperti diketahui, sebuah video kekecewaan Kepala Desa Jalan Cagak, Kabupaten Subang, terkait ketidaksesuaian data penerima bantuan sosial dampak Corona tengah viral di media sosial

Video berdurasi 3,38 menit itu ditujukan kepada Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

Terlihat empat orang mengenakan seragam dinas aparat desa dan seorang lainnya berpakaian biasa. Mereka terdiri dari RT, RW dan kepal dusun.

Kepala Desa Jalan Cagak Indra Zainal Alim yang lantang mengungkapkan kekecewaan tersebut. Ia mengaku kecewa karena data yang sudah diambil RT/RW tidak digunakan, malah merujuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) untuk diajukan ke Pemprov Jabar.

“Kami sebagai kepala desa seolah-olah diadu domba oleh kebijakan bapak dengan warga kami sendiri, sekarang kadinsos kabupaten Subang pun seolah-oleh cuci tangan bahwa data yang diambil oleh RT/RW itu tidak berguna seolah-olah, hanya dari data DTKS yang bisa diambil untuk mendapatkan bantuan, ini menjadi simpang siur,” kata Indra dalam video seperti dilihat, Selasa (28/4/2020).

Menurutnya perbedaan data yang dilakukan pihaknya dengan bantuan yang disalurkan membuat kagaduhan di tengah warga. Mereka mempertanyakan pendataan yang dilakukan pihak desa.

“Siapa yang akan di serang warga kami, pasti ini RT, RW dan pada kadus kemudian kami yang paling terakhir yang ada di pemerintahan desa, sekali lagi saya kepala desa jalan cagak merasa prihatin dengan kebijakan-kebijakan yang bapak (Ridwan Kamil) keluarkan,” ungkap dia melanjutkan.

 

(mar/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds