Reynaldi Ngaku Tak Ada Pihak Minta Klarifikasi Soal Dugaan Pemalsuan Data Diri

Anggota DPRD Jawa Barat, Reynaldi Putra Andita Budi Raemi./Foto: Istimewa

Anggota DPRD Jawa Barat, Reynaldi Putra Andita Budi Raemi./Foto: Istimewa


POJOKJABAR.com, SUBANG– Reynaldi Putra Andita Budi Raemi diduga merekayasa usia. Ada alasan tersendiri di balik bungkamnya anggota DPRD Jawa Barat ini.

Selama ini tidak ada satupun lembaga yang meminta bersangkutan mengklarifikasi permasalahan tersebut.

Begitu diungkapkan Reynaldi kepada Kantor Berita RMOLJabar, Rabu (18/3).

Jika sejak awal ada lembaga yang ingin dirinya mengklarifikasi, dirinya akan datang. Reynaldi juga mempertanyakan mengapa pihak-pihak yang selama ini mempermasalahkan soal tahun kelahirannya baru muncul belakangan ini.

“Dari kemarin juga, secara kelembagaan tidak ada yang meminta klarifikasi saya. Seperti tadi BK (Badan Kehormatan DPRD Jabar) memanggil saya, saya kan datang. Ya selama ini diam. Pileg itu ada dua bulan dari DCS ke DCT untuk menyanggah, permasalahannya kenapa (baru) sekarang (diungkit). Dulu kemana kalau memang saya ada salah. Mungkin karena saya jadi anggota dewan, hal itu dimunculkan,” kata Reynaldi.

Sebelumnya, pemanggilan dilakukan BK DPRD Jabar terhadap Reynaldi Puta yang diduga telah memanipulasi atau melakukan pemalsuan data diri ijazah agar yang bersangkutan bisa mengikuti kontestasi Pileg 2019.

Selain memanggil terduga, BK DPRD Jabar juga melakukan pemanggilan terhadap pelapor yang merupakan mantan perwakilan Jabar untuk BK DPR RI Memed Hamdani, dan mantan Komisioner KPU Jabar Radhar Tribaskoro.

Ketua BK DPRD Jabar, Hasbullah mengatakan, kasus dugaan pemalsuan tersebut sangat pelik karena melibatkan banyak pihak. Selain itu, manipulasi data diri ijazah yang dilakukan terduga terjadi saat yang bersangkutan belum menjadi anggota dewan.

“Kalau dari kaca mata BK, perubahan ini melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Subang, lalu sudah dinyatakan KPU. Memang bukan domain, saat dia menjadi anggota dewan. Dia dianggap mengubah akte di periode 2018. Kan belum jadi anggota dewan,” jelas Hasbullah.

(rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds