Pengakuan Disdukcapil Subang Soal Perubahan Akta Kelahiran Anggota DPRD Jabar

Ilustrasi Akta Kelahiran.

Ilustrasi Akta Kelahiran.


POJOKJABAR.com, SUBANG- Perihal perubahan akta kelahiran salah seorang Anggota DPRD Jabar tanpa dokumen pendukung akhirnya menemui tiitk terang.

Hal tersebut diakuai Sekretaris Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kabupaten Subang, Yono Sutaryana.

“Ketika ditanya ke mana dokumen pendukung yang menunjukkan bahwa bersangkutan lahir pada tahun itu, jawabnya ada dan akan disusulkan kemudian. Akhirnya disusulkan (kemudian) yaitu dokumen dari UNPAD,” kata Yono, Minggu ( 19/1).

Bahkan, Yono menyebutkan bila yang menguruskan perubahan tanggal kelahiran itu bukan anggota DPRD tersebut melainkan orang yang mengaku kerabatnya.

Masih kata Yono, dirinya meloloskan permintaan perubahan tahun kelahiran karena memandang orang tua anggota DPRD Jabar tersebut.

“Dia kan anak orang terpandang, seorang tokoh, masa anak seorang tokoh berbohong,” ujarnya.

Meski mengakui Ijazah Unpad yang jadi dokumen pendukung disusulkan kemudian setelah Yono merubah tanggal kelahiran anggota DPRD tersebut, dia bersikukuh bila hal itu tak melangar aturan atu etika.

“Unpad mengeluarkan tanggal 13 (Juli 2018), kami mengeluarkan (akta kelahiran) tanggal 14 (Juli 2018)” katanya.

Sebelumnya, Jumat (17/1) Direktur Tata Kelola dan Komunikasi Publik Unpad, Aulia Iskandarsyah, menyebutkan bila pada tanggal 14 Juli anggota DPRD tersebut belum memegang ijazah.

Pernyataan Aulia itu didukung dengan kronologis yang dia sampaikan. Dijelaskan Aulia yang bersangkutan lulus pada 13 Juli 2018.

Kemudian, tanggal 16 Juli 2018 meminta perubahan tahun kelahiran, dan pada 17 Juli 2018 yang bersangkutan menyetujui dan membenarkan perubahan tersebut.

“Di sini kami perlu menekankan bahwa ijazah yang bersangkutan baru diambil pada 20 Agustus 2018. Sehingga bisa dipastikan pada tanggal 14 Juli 2018 yang bersangkutan belum memegang ijazah,” tandasnya.

(rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds