Sebelum Meninggal, Jejen Terbaring Sakit 3 Tahun di Rumah, Ditolong Relawan CEO

Jejen, Penderita Malnutrisi di Karawang saat dievakuasi relawan CEO./Foto: Istimewa

Jejen, Penderita Malnutrisi di Karawang saat dievakuasi relawan CEO./Foto: Istimewa


POJOKJABAR.com, KARAWANG- Ada cerita memilukan diungkap oleh Founder Care For Each Other (CEO) Yusuf Fauzi, soal kondisi Jejen penderita malnutrisi asal Karawang yang akhirnya meninggal dunia, Jumat (17/1/2020).

Menurut Yusuf, Jejen awalnya sehat seperti anak muda biasanya. Bahkan kata dia, Jejen merupakan anak muda yang aktif di komunitas pecinta alam bernama Harmony. Namun tiga tahun lalu ia didiagnosa sakit ambeien.

Sejak itu, kata Yusuf, penyakit Jejen semakin parah saat ibunya meninggal dunia pada tahun 2017. Selain ambeien, Jejen juga menderita penyakit lain yaitu dehidrasi, mal nutrisi, dan TBC.

“Saat sakit Jejen hanya terbaring dirawat di rumah karena terbatas biaya pengobatan. Sebelumnya punya BPJS kelas satu waktu dia kerja,” ujar Yusuf, kepada Pojokjabar.com.

Saat itu Yusuf turut membantu mengurus Jejen sampai akhirnya berita soal Jejen viral dan sampai ke telinga pemerintah daerah. Yusuf menduga, Jejen telat mendapatkan bantuan pengobatan dari pemerintah.

Meski telat membantu, namun Yusuf mengaku sangat mengapresiasi upaya pemerintah tersebut. Namun dia berharap, Pemkab khususnya Bupati harus lebih peduli dan berlaku sama terhadap warga lain yang membutuhkan bantuan.

“Apalagi Bupati seorang dokter,” ucapnya.

Saat bercerita, Yusuf tak dapat menyembunyikan kesedihnnya atas meninggalnya Jejen yang sudah ia kenal seperti keluarga sendiri.

Bahkan Yusuf mengingat jelas saat Jejen mengungkapkan sebuah kalimat ungkapan terimakasihnya karena sudah ditolong oleh CEO dibawah komando Yusuf.

“Waktu itu Jejen bilang ke saya, coba dari dulu saya kenal Papap (sapaan akrab Yusuf),” ujar Yusuf menirukan ucapan almarhum.

Kini, Jejen telah tiada untuk selamanya. Yusuf berharap ke depan tidak ada Jejen lain dan pemerintah mau memberikan perhatian kepada warga.

Untuk diketahui, CEO (Care For Each Other) adalah lembaga nirlaba yang berdomisili di Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang.

CEO atau Care For Each Other diartikan kedalam bahasa Indonesia Peduli Terhadap Sesama merupakan lembaga nirlaba yang didirikan tahun 2014 oleh Yusuf Fauzi.

CEO sendiri memiliki misi bermanfaat bagi sesama sehingga selalu masuk ke setiap lini dengan output kemanfaatan bagi sesama manusia.

(Ega/Pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds