Rebutan Hak Asuh, Bocah di Karawang Akan Dieksekusi Pengadilan


POJOKJABAR.com, KARAWANG – Seorang bocah laki-laki di Karawang berinisial MSAA menjadi korban kasus hukum perebutan hak asuh akibat perceraian kedua orang tuanya.

Masalah semakin melebar karena salah satu pihak tidak mematuhi atas putusan pengadilan yang sudah inkrah.

Berdasarkan Surat Penetapan Ketua Pengadilan Agama Karawang Nomor : 2/Pdt.Eks/2019/PA.Krw tanggal 18 Desember 2019, akan dilakukan eksekusi oleh juru sita Pengadilan bersama tiga orang saksi terhadap MSAA yang beralamat di Jalan Dr Taruno, Kelurahan, RT 001/005, Kelurahan Adiarsa Barat, Kecamatan Karawang Barat, Karawang.

Surat yang ditandatangani oleh Ketua Panitera, Drs Arifudin itu dikirim kepada pihak kuasa hukum dari Azwir Nur (ayah kandung MSAA), sebagai pemohon eksekusi. Sedangkan pihak lawan, yang tak lain ibu kandung anak berinisial AMM.

Terlihat di surat itu disebutkan bahwa proses eksekusi akan dilaksanakan pada Selasa, 21 Januari 2020. Lokasi eksekusi yakni di kediaman ibu kandung anak di Kelurahan Adiarsa Barat.

Informasi yang berhasil dihimpun, ibu kandung anak ini terus melakukan perlawanan dan menolak hak asuh anaknya jatuh kepada Azwir Nur.

Bahkan, berita soal perebutan hak asuh anak ini menjadi perhatian banyak pihak ketika beredar isu bahwa ada intervensi dari ibu kandungnya kepada anak soal keyakinan beragama.

Bahkan, secara khusus pihak Kepolisian dari Polres Karawang melakukan pertemuan khusus dengan beberapa pihak seprti Ormas Islam, Kesbangpol, TNI, serta perwakilan FKUB.

Pertemuan ini sengaja digelar guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan saat proses eksekusi besok.

Diketahui, mantan suami istri ini berbeda keyakinan agama. Azwir diketahui sebagai seorang muslim, sedangkan Anastasia merupakan non muslim.

Panglima Brigade Aspika (Aliansi Pergerakan Umat Islam Karawang), Ustadz Abdulrohman mengatakan, sebagai salah satu Ormas yang ikut pertemuan, Aspika akan terus mengawal masalah tersebut sampai tuntas.

“Aspika akan mengawal kasus ini sampai selesai. Aspika akan menjunjung tinggi hak-hak hukum yang telah ditetapkan pengadilan,” ujar Abdulrohman, kepada Pojokjabar.com, Sabtu (18/1/2020).

Diketahui, proses eksekusi nanti dipastikan dikawal penuh oleh pihak Kepolisian. Sebelum mendatangi lokasi eksekusi, juru sita dan saksi akan berkumpul di Kantor Kelurahan Adiarsa Barat pada pukul 09.30 WIB.

Selain Aspika, Ormas lain yang ikut dalam pertemuan yaitu perwakilan Muhammadiyah, NU, Persis, dan unsur lain.

(Ega/Pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds