5 Fakta Tewasnya Gadis 14 Tahun di Rengasdengklok, Makamnya Kembali Dibongkar

Opi, ibu kandung korban./Foto: Ega

Opi, ibu kandung korban./Foto: Ega


POJOKJABAR.com, KARAWANG– MT, gadis berusia 14 tahun ditemukan tak bernyawa dengan kondisi tergantung di rumahnya di Dusun Bojong Karya II, Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Selasa (20/11/2019) lalu.

Korban pertama kali ditemukan oleh ayahnya bernama Toto (45) usai dirinya pulang dari rumah tetangga.

Awalnya keluarga sepakat untuk tidak melakukan otopsi terhadap jenazah korban.

Keluarga merelakan kepergian MT.

Namun, selang 8 hari kemudian, ibu kandung korban, Opi (32), berubah pikiran dan menaruh curiga jika anaknya tewas bukan karena gantung diri.

Ada beberapa kejanggalan yang ditemukan Opi pada jasad anaknya saat ditemukan tewas tergantung di kusen pintu dengan seutas tali.

Berikut fakta-fakta seputar kematian Meta yang berhasil dihimpun redaksi Pojokjabar.com :

1. Sempat Dikunjungi Kekasih Korban

Malam saat kejadian, MT sempat dikunjungi oleh pacarnya warga kampung sebelah.

Bahkan ayah korban, Toto, sempat berpamitan kepada keduanya sebelum pergi keluar rumah untuk memijat tetangganya.

Namun selang beberapa jam saat Toto pulang, MT sudah ditemukan tewas tergantung.

Sedangkan pacar korban sudah tidak ada di lokasi.

2. Tidak Ditemukan Bekas Luka Kekerasan

Pihak kepolisian mengungkapkan kondisi korban saat ditemukan. Kapolsek Rengasdengklok, Kompol Suparno, mengatakan, hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan unsur kekerasan dalam tubuh korban, serta dari keterangan orang tua korban tidak ada masalah keluarga.

Kapolsek menduga korban mengalami depresi berat hingga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

“Diduga depresi berat penyebab korban gantung diri,” ucap Kapolsek, saat itu.

Alhasil, korban langsung dimakamkan saat itu juga.

Suasana di lokasi otopsi

Suasana di lokasi otopsi./Foto: Ega

 

3. Tetangga dan Warga Temukan Kejanggalan

Namun berdasarkan informasi yang diterima, sejumlah tetangga korban dan warga mengaku menemukan sejumlah kejanggalan pada jasad korban.

Salah satunya, korban tewas tergantung di tiang yang rapuh.

“Banyak warga yang curiga, misalnya lidah tidak menjulur, tidak keluar kotoran,” ujar seorang warga bercerita.

 

4. Ibu Kandung Curiga Anaknya Dibunuh

Namun selang 8 hari kemudian, ibu kandung korban, Opi (32) meminta makam anaknya kembali dibongkar untuk diptopsi.

Dia curiga anaknya tewas bukan karena gantung diri melainkan dibunuh.

Opi, ibu kandung korban

Opi, ibu kandung korban./Foto: Ega

 

Namun ia tidak menuduh siapapun dan menyeragkan kasus ini kepada kuasa hukum.

 

5. Makam Korban Dibongkar untuk Otopsi

Pada Kamis (28/11/2019) akhirnya makam korban dibongkar. Kuasa hukum dari keluarga korban, Indra Sutrisno, menjelaskan, setelah menerima kuasa, ia diminta untuk menindaklanjuti adanya kejanggalan kejanggalan dalam kematian korban.

“Untuk mengungkap adanya kejanggalan tersebut, kami dari kuasa hukum PERADI Karawang, melakukan upaya hukum dengan membuat laporan di Polres Karawang,” katanya.

Kuasa hukum dari keluarga korban, Indra Sutrisno

Kuasa hukum dari keluarga korban, Indra Sutrisno./Foto: Ega

 

“Alhamdulillah, dalam satu hari kami sudah mendapatkan kabar dari Polres Karawang dan makam korban sudah dilakukan pembongkaran dan selanjutnya diotopsi,” kata Indra.

Pembongkaran makam korban disaksikan langsung oleh pihak keluarga dan ratusan warga sekitar.

Hasil otopsi ini akan diumumkan kepada pihak keluarga minimal sepuluh hari setelah otopsi dilakukan.

(Ega/Pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds