Terbaru, Keluarga dan Teman Korban Perdagangan Manusia di Irak Angkat Suara

Rustia dan Septiani, mengaku sebagai korban perdagangan orang di Irak./Foto: Istimewa

Rustia dan Septiani, mengaku sebagai korban perdagangan orang di Irak./Foto: Istimewa


POJOKJABAR.com KARAWANG– Kabar kepulangan empat (4) pekerja migran Indonesia (PMI) korban perdagangan manusia di Irak hingga saat ini belum jelas kapan tiba di Indonesia, Kamis (21/11/2019).

Muhamad Wahyu, suami dari salah satu korban (Rustia, red) mengaku belum mendapatkan kabar terbaru dari pihak pemerintah maupun pihak KBRI sendiri.

“Untuk sekarang ini belum ada,” akunya kepada Pojokjabar.com, Kamis (21/11/2019).

Baca: KBRI Baghdad Tunggu Tanggapan Berbagai Pihak Demi Pulangkan TKW Jabar

 

Bahkan, untuk saat ini ia mengaku hanya bisa menunggu kabar resmi dari pihak-pihak tersebut terkait kapan istrinya pulang ke Indonesia.

“Iya, belom ada kabar lagi untuk sekarang, mah,” lanjutnya.

Korban perdagangan manusia di Irak

Lia (kiri) Erum (kanan) saat disekap di Hotel Mountail lantaran kabur./Foto: Istimewa

 

Sementara, teman Septiani Almukaromah saat bersekolah di SMK Industri Mandiri, Kosambi, Kabupaten Karawang, mengaku korban kurang update seperti biasanya di grup sekolah menanyakan kabar terbaru kepada teman-temannya.

Baca: KBRI Baghdad Tunggu Persetujuan Imigrasi Soal Kepulangan 4 PMI Asal Jabar

 

“Kurang tau, teh, sekarang Septi kurang update di grup,” katanya.

Bahkan, katanya, ia sempat berkirim pesan kepada Septi melalui aplikasi WhatsApp, dan tidak dibalas.

“Aku  WA ajah gag di balas sama dia, tanggal 2 November, teh, aku WA, gak dibalas,” terangnya.

Baca: TKW Indramayu Korban Perdagangan Manusia di Irak “Dirayu” KBRI Baghdad

 

Untuk diketahui, Pojokjabar.com pernah memberitakan bahwa KBRI Baghdad berhasil membebaskan 4 orang PMI Informal bermasalah pada Selasa (29/10/2019) saat kabur dari majikannya.

Kemudian, 4 PMI tersebut tiba di Erbil sekitar pukul 19.30 waktu setempat.

Keempat PMI tersebut adalah Rustia (31), Septiani Almukaromah (24), Tuti bin Ling Emuk (38), dan Lina Pratiwi (32). Mereka bekerja di Provinsi Dahuk, wilayah Kurdistan, sebelah utara Irak.

Korban perdagangan manusia di Irak

Lia, korban perdagangan manusia asal Sukabumi saat disekap di Hotel Mountail lantaran kabur./Foto: Istimewa

 

“Dalam perjalanan mereka dibantu supir taksi serta masyarakat setempat hingga diserahkan pada pihak kepolisian Erbil. Sebagai bentuk kepedulian dan keberpihakan, KBRI Baghdad terus melakukan komunikasi dengan mereka, dan menyampaikan kepada kepolisian Erbil bahwa mereka merupakan korban dari Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang dikirim secara ilegal atau non-prosedural, dan tidak didukung dokumen atau kontrak resmi oleh agen yang tidak bertanggungjawab,” curhat Aria Chandra Utama selaku Pejabat Fungsi Protokol dan Konsuler pada KBRI Baghdad pada Kamis (31/10/2019) lalu.

Setelah dilakukan negosisasi, terangnya, akhirnya disepakati KBRI Baghdad akan mengirimkan staff untuk menjemput para korban.

Terakhir diberitakan Pojokjabar.com bahwa proses Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Baghdad memulangkan 4 (empat) TKW korban perdagangan manusia asal Jawa Barat ke Indonesia masih ada kendala.

Muhamad Wahyu

Muhamad Wahyu, suami Rustia./Foto: Istimewa

 

Menurut Pejabat Fungsi Protkons KBRI Baghdad Aria Chandra Utama, pihaknya masih menunggu tanggapan dari berbagai pihak terkait.

“Seperti majikan, agen, imigrasi, kepolisian, dan lain-lainnya,” ujarnya kepada Pojokjabar,com, Senin (18/11/2019) malam.

(mar/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds