Makam Murid Sunan Gunung Jati Muncul di Desa Kiajaran Wetan Usai Penuhi 4 Syarat

Makam kuno di Indramayu yang dianggap salah satu murid Sunan Gunungjati (ist)

Makam kuno di Indramayu yang dianggap salah satu murid Sunan Gunungjati (ist)


POJOKJABAR.com, INDRAMAYU – Makam salah satu murid Sunan Gunung Jati ditemukan di Blok Langgen, Desa Kiajaran Wetan, Lohbener, Indramayu. Makam ini muncul usai dipenuhi 4 syarat.

Makam itu ditemukan tokoh agama Desa Kiajaran Wetan, Ustaz Taupik Tabroni berdasarkan petunjuk dari kiai pengasuh di Pondok Pesantren Buntet Cirebon, KH M Abbas bin Fuad Hasyim MA.

Ustaz Taupik Tabroni mengatakan, makam kuno itu diduga kuat merupakan makam dari seorang penyebar agama Islam yang konon adalah murid Sunan Gunung Jati, yakni Syekh Abdul Rahman.

“Karena KH M Abbas bin Fuad Hasyim MA sendiri adalah putra dari almarhum KH Fuad Hasyim dari Buntet. Mungkin ada keistimewaan sendiri, ia bisa mendekteksi dan tahu di situ ada makam wali Allah,” ujarnya, Rabu (19/11/2019).
Ia menceritakan, informasi terkait makam kuno tersebut sudah disampaikan KH M Abbas bin Fuad Hasyim MA sejak lima tahun yang lalu pada sekitar tahun 2014.

Kala itu dia memberi 4 syarat yang harus dipenuhi untuk mengetahui keberadaan makam kuno itu.

Pertama, membuat musala di kawasan tempat pemakaman umum Desa Kiajaran Wetan, kedua rutin mengkhatamkan Alquran minimal satu bulan sekali.

Selanjutnya, memperbaiki akses jalan menuju lokasi tempat pemakaman, dan membuat pagar di sekeliling pemakaman.

“Alhamdulillah setelah empat syarat itu dipenuhi, kebetulan pas minggu kemarin di sini ada peringatan Maulid Nabi, yang ceramahnya beliau KH Abbas,” ucapnya seperti dilansir tribun.

Selesai mengisi ceramah, disampaikan Ustaz Taupik Tabroni, ia meminta KH M Abbas bin Fuad Hasyim MA untuk bisa berziarah di pemakaman desa setempat.

Dan menanyakan kembali perihal makam kuno yang dahulu pernah disampaikannya.

“Kemudian di sana, kami berziarah dan tahlil. Saat setelah berdoa, Pak Kiai ngomong gini, kang tadi ada riwayat bahwasanya makam kuno di desa ini makam Syekh Abdul Rahman,” ucapnya.

Ustaz Taupik Tabroni mengatakan, hal tersebut disampaikan KH M Abbas bin Fuad Hasyim MA berdasarkan bisikan di bawah alam bawah sadarnya.

“Terus saya bilang. Pak Kiai, ada tidak bukti fisiknya? kata Pak Kiai ada, tempatnya di pemakaman ini,” ujar dia.

Adapun ciri dari makam kuno yang disebutkan KH M Abbas bin Fuad Hasyim MA kala itu ialah memiliki ukuran makam panjang dan ada tumpukan batu bata.

“Setelah itu pada malam Kamis bersama temen yang lain mencari makam tersebut, terus pada malam Jumat ketemu terlihat dari lubang tanah ada tumpukan bata berjejer, lalu dilanjut besoknya penggalian,” ujarnya.

 

 

(ral/int/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds

Semprot Disinefektan

Pasar Family Mart Disemprot Disinfektan

Pojokbekasi.com – Penyemprotan disinfektan terlaksana di sejumlah kios-kios pedagang pasar Family Mart, Harapan Indah, Pejuang, Medansatria. Penyemprotan dilakukan saat aktivitas …
Kebakaran di Bogor

Gudang Rongsokan di Cibinong Luder Terbakar

POJOKBOGOR.com– Gudang rongsokan di Kampung Muara Beres RT05/03, Kelurahan Sukahati, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, ludes terbakar, Minggu (9/8). Belum diketahui …
Getaran Cinta

GMKB Gelar Getar Cinta di Ciheuleut Bogor

POJOKBOGOR.com– Gerakan Masyarakat Kota Bogor (GMKB) kembali menyelenggarakan bhakti sosial. Kali ini, kegiatan itu bertajuk Getaran Cinta (Gerakan Tebar Sayuran …