TKW Indramayu Korban Perdagangan Manusia di Irak “Dirayu” KBRI Baghdad

Ilustrasi. Istimewa

Ilustrasi. Istimewa


POJOKJABAR.com, INDRAMAYU– Sukati, tenaga kerja wanita (TKW) asal Indramayu, korban perdagangan manusia (TPPO) di Irak, akhirnya terpaksa memutuskan menambah kontrak untuk tetap bekerja di Irak, Senin (18/11/2019).

“Daripada urusannya ruwet,” lanjutnya di Whatsapp Story miliknya.

Disuruh pindah lagi, katanya, nanti kontraknya baru lagi.

 

Kepada Pojokjabar.com, Sukati pernah mengaku tengah bekerja pada majikannya yang bernama Bojan.

Curhatan Sukati di wa story

Curhatan Sukati di wa story

 

Sebelumnya diberitakan di Pojokjabar.com, pasca kaburnya 4 TKW di Irak yang merupakan korban perdagangan manusia atau perdagangan orang (TPPO) asal Jawa Barat, terkuak lagi korban perdagangan manusia lainnya di Irak, Minggu (17/11/2019).

Korban perdagangan manusia itu bernama Sukati, berasal dari Indramayu, Jawa Barat.

 

“Aku dikirim ke Irak,  aku dijebak sama sponsor dan gabunganya. Sedikitpun aku gak tau kalo aku. mau dikirim ke negara ini (Irak, red),”aku perempuan ini setelah pertama kali menghubungi Pojokjabar.com melalui akun Channel Youtube Ega Nugraha.

Baca: KBRI Baghdad Tunggu Persetujuan Imigrasi Soal Kepulangan 4 PMI Asal Jabar

 

Ia mengaku ingin pulang ke Indonesia, tetapi orang kantor minta denda ganti rugi 4000 dolar.

“Jadi aku harus bagaimana Karena aku di sini kontraknya terlalu diteken sama orang kantor. Seolah-olah aku kayak dijual di negara ini. Pengen pulang kaya susah,” curhat perempuan yang awalnya mengaku mendaftar kerja di Abu Dhabi.

Saat Sukati diberangkatkan oleh orang kantor, ia mengaku ada banyak, namun tidak bisa memastikan jumlahnya. Saat di Bandara Erbil, lanjutnya, semua orang itu berpisah karena ejen (agen red)-nya tak sama.

Curhatan Sukati di wa story

 

“Kalau aku berempat,” tambahnya.

Sepanjang kerja di majikannya saat ini, ia mengaku tak diizinkan memiliki akun Facebook.

“Lagi ada masalah sama majikan, udah  ngomong sama majikan kalo aku paspornya mau habis. Aku minta dipulangin ke Indonesia, tapi majikan malah cemberut,” ujarnya.

Ia mengaku saat ini tengah memaksa majikannya agar memulangkan dirinya, karena keadaan paspor udah mau abis. Tetapi majikan masih  nahan-nahan terus. Jadi, aku ini lagi urusan sama majikan dan orang kantor,” akunya.

Bahkan, katanya, saat ini ia mengaku keluarganya di Indonesia akan melaporkan kasusnya ini kepada pihak berwajib.

“Aku tuh pengen bikin laporan, tapi aku takut. Takutnya malah aku diapa-apain sama orang sini,” lanjutnya.

Akhirnya, lanjut Sukati, ia mencoba menghubungi Aria Chandra Utama selaku Pejabat Fungsi Protokol dan Konsuler pada KBRI Baghdad terkait kasus perdagangan manusia yang menimpa dirinya.

Curhatan Sukati di wa story

Curhatan Sukati di wa story

 

“Aku ngomong ke dia, dia malah gomongnya suruh aku perpanjang paspor, lanjutin kontrak, ‘karena orang sini tuh ngambil kamu tuh mahal,’katanya. Jadi, ya rugi kalo kontraknya cuma 18 bulan mah,” jelasnya menirukan pernyataan pihak KBRI Baghdad.

Menurut orang KBRI, tambahnya, tidak ada penipuan jika dirinya masuk ke sini (bekerja sebagai TKW, red).

“Terus ngomong lagi, ‘ kan kamu tahu waktu mau masuk ke negara sini itu,’ katanya, Terus aku bilang aku gak tahu kalo aku mau dikirim ke negara ini. Terus dia ngomongnya gak mungkin gak tahu,” terangnya.

Malah, tambahnya, pihak KBRI menyuruh agar dipertahankan saja kontraknya hingga habis. Sesudah habis kontrak, baru boleh pulang agar tidak merugikan orang di sini (Irak, red). Orang KBRI itu, akunya, mengatakan bahwa dirinya bisa membantu perpanjangan paspor.

 

(mar/ega/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds