Viral Video Detik-detik Korban Bank Emok Histeris Saat Ditagih Hutang

Korban Bank Emok./Foto: Istimewa

Korban Bank Emok./Foto: Istimewa

POJOKJABAR.com, KARAWANG– Sebuah video sosok perempuan diduga korban Bank Emok tengah histeris saat ditagih hutang tengah viral di media sosial (medsos), Kamis (7/11/2019).

Video ini diunggah oleh akun Ibi Sia dan sudah dibagikan oleh sekitar enam (6) ribuan warganet di Facebook. Bahkan, sempat tersebar di salah satu grup FB, Karawang Info (Karin).

Pada video yang didominasi oleh Bahasa Sunda ini, terlihat grup para ibu korban Bank Emok mendatangi salah satu rumah anggota grupnya yang selama ini hutang-hutangnya ditanggung bersama oleh grup tersebut.

“Ieu gila sebulan sakali mayarna, sebulan sekali teh puguh (ini gila, sebulan sekali bayarnya, (bayar) sebulan sekali yang bener, (red), ” ujar perempuan berkerudung pink kepada korban.

Perempuan tersebut mengeluhkan bahwa grup-nya sudah lelah harus menanggung hutangnya terus. Perempuan di sebelahnya pun merespon.

Ia mengaku hendak membicarakan masalah hutang. Ia mengaku hendak berangkat kerja demi bisa membayar hutang.

Bahkan, ia melempar bantal sembari memberikan penjelasan terkait hutang. “Jangan nafsu, biasa aja,” ujarnya versi Bahasa Indonesia.

Ia terus mengaku bahwa dirinya pergi ke sana kemari lantaran demi bisa membayar hutang-hutangnya itu. Kemudian ia sempat histeris.

Akhirnya, ibu lainnya yang ada di bagian bawah bersuara. ia mengatakan bahwa ibu yang histeris itu sedang tidak sehat, maka jangan diapa-apakan. Hal ini membuat ibu yang ada di sebelahnya mengajak semua ibu yang segrup itu untuk pulang dari rumah ibu histeris itu tanpa mendapatkan kebijaksanaan terkait pembayaran hutang.

Berikut ini videonya:

Berdasarkan penelusuran Pojokjabar.com, kejadian seperti ini biasa terjadi di wilayah Karawang bagian pesisir. Bank Emok mau tidak mau kehadirannya dibutuhkan warga lantaran prosesnya cepat tanpa berbelit.

Sistemnya, tanggung renteng. Jika ada 1 orang pengutang yang macet pembayarannya, maka 9 orang lainnya yang berada dalam 1 grup itu harus menanggung hutang  1 orang tersebut.

 

(mar/ega/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds