Polres Indramayu Cegah 2 Perempuan Jadi Korban Perdagangan Manusia di Irbil Irak

Polres Indramayu ungkap kasus TPPO, Jumat (25/10/2019)./Foto: Istimewa

Polres Indramayu ungkap kasus TPPO, Jumat (25/10/2019)./Foto: Istimewa


POJOKJABAR.com, INDRAMAYU– Polres Indramayu berhasil mengungkap kasus human trafficking (perdagangan manusia, red) atau Tindak Pidana perdagangan orang (TPPO).

Saat mengungkap ekspose kasus di Mapolres Indramayu, Kapolres Indramayu AKBP M Yoris MY Marzuki menjelaskan bahwa pelaku ini melakukan perekrutan secara ilegal.

“Jadi tersangka atas nama DS ini melakukan perekrutan ke wilayah kecamatan Sliyeg dan Juntinyuat, DS lalu berhasil mendapatkan calon tenaga kerja yang ingin bekerja di luar negeri dengan dijanjikan gaji besar,” jelasnya, saat dihubungi, Jumat (25/10).

Kapolres menambahkan, bahwa DS juga mengiming-imingi korban dengan dana Cashbon agar korban mau berangkat.

“Uang cashbon diberikan ke calon tenaga kerja agar mau berangkat ke Irak di wilayah Irbil dengan tawaran gaji Rp6juta per bulan. Calon tenaga kerja ini juga harus mau diberangkatkan dengan visa turis,” jelas Kapolres.

Polres Indramayu ungkap kasus TPPO

Polres Indramayu perlihatkan barbuk kasus TPPO, Jumat (25/10/2019)./Foto: Istimewa

 

Hingga akhir September, keberangkatan dua korban yakni CT (33) warga Tugu, Sliyeg, dan KUS (39) Warga sambimaya, Juntinyuat tak kunjung datang.

“Meski korban ditawari uang cashbon, korban juga sudah mengeluarkan sejumlah uang kepada tersangka DS,” jelasnya.

Dari laporan kedua korban, DS yang merupakan warga Cirebon ini diamankan tanggal 19 Oktober lalu.

“Dari penangkapan terhadap DS, diamankan barang bukti berupa dokumen keberangkatan,” paparnya.

Polres Indramayu ungkap kasus TPPO

Polres Indramayu perlihatkan barbuk kasus TPPO, Jumat (25/10/2019)./Foto: Istimewa

 

Akibat perbuatan tersangka DS, dijerat pasal 10 Jo pasal 4 UU RI No. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO); dan atau pasal 81 UU RI No. 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI).

“Untuk ancaman hukuman pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima belas miliar rupiah),” jelasnya.

Barang bukti yang diamankan yakni 1 (satu) unit mobil Toyota Altis Nomor : D 1014 NL, Uang sebesar Rp. 1.808.000.

“Selain itu diamankan juga 4 (empat) buah paspor an. ADELINA, KUSNAENI, ELA HERAWATI, MAIDAH, 2 (dua) buku Rekening dan 2 (dua) kartu ATM, 1 (satu) buah Buku catatan kasbon, 1 (satu) unit Hp merk Samsung Galaxi On8 serta 8 (delapan) lembar bukti penarikan dan trasfer uang ,1 (satu) buah koper warna hitam beserta isinya, 1 (satu) buah tas punggung warna merah beserta isinya,” pungkasnya.

Polres Indramayu ungkap kasus TPPO

Polres Indramayu ungkap kasus TPPO, Jumat (25/10/2019)./Foto: Istimewa

(arf/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds

BES-2019

Tak Banyak Tokoh Penting BES 2019

upati Bogor nampak lesu saat membuka Borderline Economic Summit (BES) 2019 di Hotel Royal Tulip, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Kamis (12/12/19).