Identitas Korban Bloker di Wamena Ditahan, Berharap Perlindungan Presiden Jokowi

Tiga Pria Jadi Korban Bloker di Merauke.

Tiga Pria Jadi Korban Bloker di Merauke.


POJOKJABAR.com – Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin yang baru dilantik mendapatkan pesan dari korban bloke di Wamena, Papua.

“Kami ingin perlindungan dari presiden. Kami ketakutan akan keselamatan nyawa kami. Harga nyawa di sini (Merauke, red) tiada artinya,” ujar Tiara.

Ia berharap Presiden Jokowi bisa memfasilitasi ketiganya untuk menaiki pesawat guna menjauh dari wilayah Merauke.

 

“Identitas kami ditahan perusahaan,” tandasnya, Minggu (20/10/2019).

Sebelumnya diberitakan di Pojokjabar.com, sebanyak tiga pria mengaku menjadi korban bloker. Salah satu korban, Tiara Aldianto, berasal dari Pasirsela-Darawolong, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang.

Jokowi-Ma'ruf

Presiden dan Wakil Presiden Indonedia 2019-2024 Joko Widodo -Ma’ruf Amin./Foto: Istimewa

 

Ia menghubungi Pojokjabar.com melalui akun Dandy Yulianto.

Ia mengungkap, kronologisnya bahwa saat di Karawang ada pihak yang menjanjikan pekerjaan menjadi koki kapal pesiar hingga Merauke.

“Ternyata kapal jaring ikan,” akunya, Sabtu (19/10/2019).

“Dandy dari Palembang diiming-imingi kapal cumi, ternyata sampai sini kayak saya. Sugeng dari Jakarta Utara juga sama kayak Dandy,” katanya.

“Kita bertiga korban bloker. Kami mau mengundurkan diri, pulang karena tidak sesuai job,” katanya.

Pihak perusahaan, jelasnya, bersedia memulangkan ketiganya ke kampung masing-masing, tetapi harus membayar tiket pesawat Jakarta-Merauke dan uang bon Rp 800 juta per orang.

“Kalau gak bisa ganti dimasukkan penjara. Kami kerja di kapal jaring dengan boss orang Surabaya. Tolong bantu, di tanah Merauke ini nyawa tiada artinya,” curhatnya.

Ia menambahkan, demi bisa pulang, salah satu temannya, Sugeng, bahkan sudah menjual ginjal dirinya di media sosial.

(mar/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds