Rustia, Korban TPPO Karawang Curhat Kesehariannya Bekerja di Rumah Majikan di Irak

Nenk Tia C'jenonk alias Rustia./Foto: Istimewa

Nenk Tia C'jenonk alias Rustia./Foto: Istimewa


POJOKJABAR.com, KARAWANG– Rustia mengaku beruntung mendapatkan majikan yang baik bagi dirinya dan pekerjaannya saat ini.

Diketahui, majikan Rustia memperbolehkan dirinya memegang HP dan keluarga majikannya tak sungkan menyapa keluarganya di Kabupaten Karawang.

“Baik sih baik, tapi saya di sini kerja 24 jam,” ungkapnya kepada Pojokjabar.com, Rabu (17/10/2019) malam.

Baca: Rustia Ungkap Sosok Majikannya, Kerap Telponan dengan Keluarganya di Karawang

 

Maksud kerja selama 24 jam di sini, katanya, ketika tiba-tiba saat tengah malam majikannya memanggil dirinya untuk mengerjakan sesuatu pekerjaan yang diminta, maka ia harus menuruti.

Rustia pun mengaku, ia kerap harus membantu menyuapkan makanan kepada orangtua, serta mengurus orangtua yang sudah lumpuh (keluarga majikannya, red).

TKW Karawang disekap di Irak

Rustia dan Septiani, mengaku sebagai korban perdagangan orang di Irak./Foto: Istimewa

 

Sebelumnya diberitakan di Pojokjabar.com, korban perdagangan manusia asal Kabupaten Karawang, Rustia, mengungkap bahwa sebenarnya majikannya sama sekali tidak mengetahui bahwa ia mendapatkan dirinya dari agen tak resmi di Irak.

Baca: Peneror Rustia di dalam Rumah Majikan, Bawa Sosok Germo, Ini Identitasnya

 

“Dia nggak tahu sama sekali kalau itu agen tidak resmi dan bermasalah. Yang dia ngerti, majikan saya sudah beli saya, bebas diapain juga sama majikan,” katanya.

Bukan hanya itu saja, majikannya itu, katanya, bahkan sama sekali tidak mengetahui bahwa sebenarnya Rustia dan keenam korban TPPO lainnya di Irak pernah disekap di hotel oleh agen tempat majikannya membeli dirinya.

“Jadi, sebenarnya majikan saya juga korban dari agen ilegal itu, tapi dia nggak tahu apa-apa,” tegasnya, Rabu (16/10/2019) malam.

Ia mengakui, bahwa harus ada titik temu antara dirinya dan majikannya agar sama-sama mengetahui bahwa dirinya dan majikannya menjadi korban penipuan dari jaringan agen di Irak ini.

“Jadi, sebenarnya majikan saya juga korban dari agen ilegal itu, tapi dia nggak tahu apa-apa,” tegasnya, Rabu (16/10/2019) malam.

Ia mengakui, bahwa harus ada titik temu antara dirinya dan majikannya agar sama-sama mengetahui bahwa dirinya dan majikannya menjadi korban penipuan dari jaringan agen di Irak ini.

Tambah Rustia, sosok majikannya sebenarnya masih termasuk orang yang baik terhadap dirinya.

“Dia bahkan pernah menelpon keluarga saya di Karawang saat saya menelpon keluarga. Dia nanya apa kabar keluarga saya, ibu saya,” jelasnya.

Ia pun bersyukur majikannya memberikan kesempatan kepadanya untuk memegang handphone guna berkomunikasi dengan keluarga di Karawang, Indonesia.

“Jadi setelah saya bilang ke majikan kalau saya mau ada hak bisa pegang hp, Alhamdulillah majikan mengerti dan kasih izin,” jelasnya.

(mar/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds