Dinilai Tak Serius Urus Korban TPPO, Warga Desak Cellica Jemput Rustia dan Septi Langsung di Irak

Rustia dan Septiani, mengaku sebagai korban perdagangan orang di Irak./Foto: Istimewa

Rustia dan Septiani, mengaku sebagai korban perdagangan orang di Irak./Foto: Istimewa


POJOKJABAR.com, KARAWANG– Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana harus segera ke negara Irak menjemput dua warganya yang menjadi korban perdagangan manusia, Rustia dan Septiani Almukaromah.

Hal ini diungkap salah seorang warga melalui akun medsos @jeep843 mengomentari video terkait korban TPPO asal Kabupaten Karawang di akun Instagram @pojok_jabar.

“Duh, de, jauh bener kamu di Iraq, harus segera dijemput ini bu bupati,” ungkapnya.

 

Seperti diketahui pada pemberitaan sebelumnya di Pojokjabar.com, Pemerintah Kabupaten Karawang dianggap tidak serius membantu dua warganya yang saat ini terlantar di Irak. Hal tersebut diungkapkan Ketua Karawang Monitoring Grup, Imron Rosadi, yang sejak dari awal ikut mengamati kasus tersebut.

“Pemkab khususnya bupati dan Kadianaker terkesan tidak serius. Padahal ini masalah serius yang harus segera ditangani,” ujar Imron, kepada pojokjabar.com, Kamis (17/10/2019).

 

Jika saja Cellica sebagai bupati tidak mampu memulangkan dua warganya tersebut, kata Imron, itu membuktikan bahwa Cellica sebagai bupati tidak peduli dengan rakyatnya sendiri.

 

“Bupati di daerah lain saja mampu seperti Purwakarta, masa Karawang tidam mampu,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Karawang, Ahmad Suroto, mengaku terus berupaya agar dua warga Karawang, Rustia dan Septiani Al Mukaromah, yang menjadi korban TPPO di Irak bisa kembali ke tanah air dengn selamat.

Kadisnakertrans-Karawang

Kadisnakertrans Karawang, Ahmad Suroto

 

Ia menyebutkan, sejak 2015 lalu Pemkab Karawang sebenarnya sudah melakukan moratorium untuk melarang TKI berangkat ke Timur Tengah. Namun, hingga kini ada saja TKI yang berangkat tanpa melapor ke Disnakertrans Karawang atau ilegal.

“Saat ini saja ada sekitar 3.000 TKI asal Karawang yang bekerja di Timur Tengah, dan paling banyak di Arab Saudi,” katanya.

Dia mengimbau kepada warganya agar tidak mudah tergiur tawaran bekerja di luar negeri dengan iming-iming gaji besar. Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

“Warga karawang yang mau bekerja ke luar negeri agar mengikuti prosedural yang berlaku melalui LTSA (Layanan Terpadu Satu Atap) Disnakertras (Karawang),” ujar Suroto.

(mar/ega/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds