Facebook dan WhatsApp Jadi Penyebab Tingginya Angka Perceraian di Karawang

Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Karawang, Abdul Hakim. Ega

Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Karawang, Abdul Hakim. Ega

POJOKJABAR.com, KARAWANG – Kasus perceraian di Kabupaten Karawang terus meningkat. Itu berdasarkan catatan Kantor Pengadilan Agama setempat selama satu tahun terakhir.

Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Karawang, Abdul Hakim, mengatakan, gugatan cerai paling banyak terjadi dengan alasan ekonomi dan KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga).

Selain dua faktor tadi, media sosial juga menjadi penyebab kasus perceraian. Facebook, whatsapp, twitter, menjadi aplikasi yang paling banyak menjadi penyebab. Diketahui banyak terjadi perselingkuhan berawal dari penggunaan aplikasi media sosial.

“Makin banyak perselingkuhan-perselingkuhan yang terselubung, sehingga menimbulkan perselisihan dan pertengkaran diantara suami istri. Saling curiga, kemudian saling menyimpan hp itu kan jadi salah satu faktor penyebab,” ujar Abdul Hakim.

Setidaknya sampai bulan Agustus 2019 sudah tercatat 2.317 kasus perceraian yang ditangani. Bandingkan dengan tahun 2018 yang hanya ada 2.985 kasus gugat cerai dan gugat talak.

Kasus perceraian banyak terjadi pada usia masing-masing pasangan usia 40 tahun. Lalu disusul usia pernikahan muda yang angka perceraiannya cukup banyak karena faktor ekonomi.

“Karena si suami tidak bekerja, suami tidak memberi nafkah, suami tidak tanggunjawab,” kata Abdul Hakim.

Abdul Hakim memberikan pesan kepada generasi millineal yang ingin melangsungkan pernikahan.

“Jadi saya sarankan kepada anak-anak muda sekarang. Untuk persiapan pernikahan harus siap mental, fisik, ekonomi, dan pembekalan jasmani dan rohani utama,” tutup Abdul Hakim.

(Ega/Pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds