Sosok Pengusaha Incar Tito, Pemuda Viral Curhat Soal Lamaran Kerja

Tito, salah satu peserta demo dari Solidaritas Pengangguran dan Pribumi Karawang di Pemkab Karawang, Kamis (12/9/2019)./Foto: Ega

Tito, salah satu peserta demo dari Solidaritas Pengangguran dan Pribumi Karawang di Pemkab Karawang, Kamis (12/9/2019)./Foto: Ega

POJOKJABAR.com, KARAWANG– Sosok pria bernama Tito yang sempat viral lantaran curhat soal sulitnya melamar pekerjaan kini diincar CEO dari Louvre Esports, Erick Herlangga, Ahad (15/9/2019).

Hal itu terungkap dari Insta story resmi dari Erick Herlangga, belum lama ini.

“btw yang kenal mas ini tolong hubungi saya Pak Joko ya,” katanya.

 

Ia mengaku, perusahaan yang ia pimpin akan merasa sangat terhormat jika Tito mau bekerja di perusahaannya.

 

Pencari Kerja di Karawang

Tito diincar CEO dari Louvre Esports, Erick Herlangga./Foto: Istimewa

 

 

Untuk diketahui, Tito (26) sendiri pada Kamis (12/9/2019) lalu curhat di depan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang, Ahmad Suroto.

Ia merupakan salah satu peserta demo dari Solidaritas Pengangguran dan Pribumi Karawang.

 

Lelaki asal Desa Wadas, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang ini mengaku, untuk sekali melamar pekerjaan saja membutuhkan biaya tinggi.

 

Apalagi ditambah ketidakjelasan dari pihak yang dimasuki lamaran oleh para pelamar kerja.

“Kita bikin lamaran 1 aja berapa, hampir 20 ribu, itu 1 lamaran, belum, belum 3, belum ongkosnya, belum buat makan kita, buat adik-adik saya,” ujar Tito.

Tapi, lanjut pria berbaju cokelat ini, saat sampai PT atau Disnaker ataupun BKK, ataupun yang lainnya, tidak diterima.

Curhat peserta demo dari Solidaritas Pengangguran dan Pribumi Karawang

Tito, salah satu peserta demo dari Solidaritas Pengangguran dan Pribumi Karawang di Pemkab Karawang, Kamis (12/9/2019)./Foto: Ega

 

“Terus setiap hari kayak gitu, mau sampai kapan, pak? Tolong kami, pak. Kami juga berwenang untuk bekerja di PT ini. Ini Karawang kota kami, bukan kota-kota orang sana,” bebernya saat mediasi peserta demo.

Ia mengungkapkan banyak hal yang sudah keluar sebagai biaya untuk melamar pekerjaan. Namun, itu semua hasilnya nihil alias nol besar.

 

“Alasannya apa, harus tinggi badan sekian, harus lulusan sekian. Apalagi yang dari pelosok sana, pak, Batujaya, Cimalaya Wetan, yang sananya lagi, saya dari Wades pertengahan di sini. Tapi yang lain, ada yang dapat uang dari rongsok, ada yang uang dapat dari malam Sabtu jualan kopi, pas dapat uang langsung kita bawa buat bikin lamaran,” curhatnya.

Para pelamar pekerjaan, katanya, sudah berdesak-desakan di Disnaker. Terlebih, ia mengungkit bahwa sebentar lagi akan ada Job Fair.

Demo-di-Karawang-1

Ratusan Pengangguran Karawang Demo Minta Pekerjaan. Ega

(mar/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds