Tolak Festival Gokar, Umat Islam Ancam Demo Skala Besar

Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Karawang, Ahmad Nopian./Foto: Ega

Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Karawang, Ahmad Nopian./Foto: Ega

POJOKJABAR.com, KARAWANG– Rencana kegiatan Festival Internasional Goyang Karawang (Gokar) dikecam sebagian besar umat Islam Karawang.

Acara yang akan digelar pada 26 sampai 29 September 2019 itu dianggap sebagai bentuk kemungkaran yang menjurus kepada “kasyful aurat” (membuka aurat, red) atau mengandung unsur yang memamerkan aurat.

Perwakilan Presidium Alumni 212 Karawang, Sunarto mengatakan, jika event ini tetap digelar, jangan salahkan jika demo dengan skala besar juga akan digelar di waktu bersamaan.

Baca: Ormas Islam Tolak Gokar, Akademisi: Budaya Kurang Perhatian

 

“Kami juga mengkritisi soal besarnya anggaran yang dikeluarkan dalam event tersebut,” ujar perwakilan Presidium Alumni 212 Karawang, Sunarto, kepada Pojokjabar.com, Kamis (12/9/2019).

Sunarto sangat menyesalkan Pemkab Karawang berani mengeluarkan anggaran sebesar Rp2,5 miliar hanya untuk acara yang dianggap sebagai ajang kemaksiatan dan tidak bermanfaat.

Rapat persiapan Forsuka

Rapat persiapan Forsuka (forum suara umat karawang)./Foto: Ega

 

“Padahal saat ini masih banyak masyarakat Karawang yang kondisinya di bawah garis kemiskinan,” ujar Narto.

 

Untuk itu, lanjut Sunarto, ia bersama gabungan Ormas Islam yang tergabung kedalam Forum Suara Umat Karawang akan menggelar demo dengan skala besar di lokasi acara Festival Goyang Karawang di kawasan Galuh Mas.

“Kami pastikan kami akan turun (demo) di sana demi membela rakyat Karawang dan menolak segala bentuk kemaksiatan,” tegasnya.

Rapat persiapan Forsuka

Rapat persiapan Forsuka (forum suara umat karawang)./Foto: Ega

 

Senada juga diungkapkan Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Karawang, Ahmad Nopian.

 

“Krisis moral yang menimpa bangsa ini seolah bola salju yang terus menggelinding dan terus membesar. Upaya demi upaya dilakukan untuk menahan laju imoralitas oleh pemerintah maupun elemen bangsa demi mewujudkan cita-cita luhur bangsa Indonesia,” ujar Ahmad.

Hal yang menjadi sebuah kemirisan, lanjut Ahmad, adalah manakala ada sebagian oknum yang justru ingin menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang mundur dari kemajuan sebuah peradaban.

Sunarto (Perwakilan PA 212)

Sunarto (Perwakilan PA 212)./Foto: Ega

 

“Apa jadinya bila sebuah tindakan yang di dalamnya mengumbar aurat berlindung atas nama kebudayaan? Pada ahkirnya terjadi sebuah pro dan kontra di tengah masyarakat ketika pemerintah Karawang berencana menyelenggarakan sebuah event ‘Festival International Goyang Karawang’ dalam rangka menyambut HUT Karawang 386 tahun, di tengah keprihatinan masyarakat yang dilanda kesusahan air bersih, banyak yang masih menganggur,” ungkapnya.

Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Karawang, Ahmad Nopian

Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Karawang, Ahmad Nopian./Foto: Ega

(Ega/Pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds