Ormas Islam Tolak Gokar, Akademisi: Budaya Kurang Perhatian

Sunarto (Perwakilan PA 212),/Foto: Ega

Sunarto (Perwakilan PA 212),/Foto: Ega

POJOKJABAR.com, KARAWANG– Festival Internasional Goyang Karawang (Gokar) terancam gagal digelar.

Pasalnya, kegiatan berskala internasional ini ternyata mendapat penolakan dari sebagian masyarakat, salah satunya dari berbagai ormas Islam yang ada di Kabupaten Karawang.

Perwakilan Presidium Alumni 212 Karawang, Sunarto mengatakan, acara tersebut mereka anggap sebagai bentuk kemungkaran yang menjurus kepada “kasyful aurat” (membuka aurat, red) atau mengandung unsur yang memamerkan aurat.

Baca: Festival Goyang Karawang Internasional Bakal Diikuti 17 Negara

 

Untuk itu, kata Sunarto, beberapa hari ke depan, pihaknya akan menggelar sebuah diskusi yang digagas oleh Forum Suara Umat (FSU) Karawang tentang acara Festival Goyang Karawang.

“Lokasi diskusinya di Lapak Kopi, Karawang Kota,” ujarnya.

Rapat persiapan Forsuka

Rapat persiapan Forsuka (forum suara umat karawang)./Foto: Ega

 

Dari diskusi Publik tersebut, lanjut Sunarto, diharapkan dapat mengedukasi sekaligus menjawab sebuah Pro dan Kontra yang terjadi di masyarakat Karawang terkait kegiatan tersebut.

Baca: Sebut Naskah Cirebon, Pria Karawang Bongkar Sejarah Terlupakan

 

“Intinya kami menolak acara tersebut digelar di Karawang,” tegas Sunarto.

Rapat persiapan Forsuka

Rapat persiapan Forsuka (forum suara umat karawang)./Foto: Ega

Rapat persiapan Forsuka

Panitia persiapan Forsuka./Foto: Ega

 

Sementara, seperti sebelumnya dimuat di Pojokjabar.com, Suntoko selaku Dosen FKIP Bahasa Indonesia Universitas Singaperbangsa Karawang mengatakan bahwa masih banyak orang yang belum memperhatikan budaya Karawang.

“Mungkin yang lain masih disibukkan dengan dunia lain seperti dunia politik, usaha, tetapi sangat disayangkan budaya Karawang sendiri masyarakat belum mendapat perhatian yang khusus, gitu,” curhatnya.

Kecuali, tambahnya, kalau bidang tari, ada paguyuban-paguyubannya.

“Tapi untuk masalah lain, lain, lain itu masih sangat kurang,” tandasnya.

Diketahui, Festival Goyang Karawang (Gokar) Internasional pada 26 sampai 29 September 2019 itu merupakan bagian dari rangkaian peringatan hari jadi ke-386 Karawang.

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana menyebut, Festival Gokar Internasional digelar untuk menunjukkan citra positif tentang goyang Karawang.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karawang, Okih Hermawan mengatakan, event Internasional itu.

Karawang harus mampu memberikan yang terbaik bagi seluruh tamu, termasuk yang datang dari luar negeri.

Dengan event ini, kata Okih, Pemkab Karawang sangat berharap 60 persen tamu yang akan hadir nanti langsung dari luar negeri.

“Ini untuk mempromosikan kebudayaan dan pariwisata kita,” ujar Okih, Rabu (3/7/2019).

(mar/ega/Pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds