Gara-gara “Outing Class”, Nilna Muna Terancam Dipecat Permanen

Kepsek SMPN 2 Lemahabang Karawang, Nilna Muna./Foto: Ega

Kepsek SMPN 2 Lemahabang Karawang, Nilna Muna./Foto: Ega

POJOKJABAR.com, KARAWANG– Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang memberikan sanksi tegas kepada Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 2 Lemahabang, Nilna Muna.

Sanksi itu berupa pemberhentian sementara Nilna Muna sebagai Kepala Sekolah SMPN 2 Lemahabang terkait kasus “Outing Class” yang berujung aksi demo oleh murid-muridnya beberapa hari lalu.

“Nilna Muna sudah diberhentikan untuk sementara,” ujar Kepala Bidang SMP, Disdikpora Karawang, Sopandi, Kamis (12/9/2019).

Baca: Kepsek SMPN 2 Lemahabang Ungkap Fakta “Outing Class”

 

Status jabatan Nilna Muna, kata Sopandi, dibekukan selama kasusnya diperiksa oleh Inspektorat.

“Artinya, dalam rangka pemeriksaan tidak menggangu aktifitas dia, dan saat ini dia bukan kepsek lagi,” katanya.

Namun, lanjut Sopandi, jika ternyata Nilna Muna terbukti melakukan kejahatan pungli (pungutan liar, red), pemecatannya bisa dilakukan permanen.

Demo pada siswa SMPN 2 Lemahabang Karawang

Demo pada siswa SMPN 2 Lemahabang Karawang./Foto: Istimewa

 

Sementara, informasi yang berhasil dihimpun Pojokjabar.com, Nilna Muna sendiri diketahui memungut uang sebesar Rp750 ribu per siswa untuk kegiatan Outing Class ke Yogyakarta.

Pungli itu dilakukannya tanpa adanya musyawarah dengan orang tua siswa.

Akibat kebijakan itu, Nilna Muna didemo ratusan siswa yang merasa diberatkan dengan uang pungutan liar tersebut.

Kepsek SMPN 2 Lemahabang Karawang, Nilna Muna

Kepsek SMPN 2 Lemahabang Karawang, Nilna Muna./Foto: Ega

 

Menurut Sopandi, langkah tegas Disdikpora Karawang ini bertujuan agar kegiatan KBM berjalan lancar.

Sebelumnya diberitakan di Pojokjabar.com, Kepala Sekolah SMPN 2 Lemahabang, Kabupaten Karawang

Nilna Muna atau biasa disapa Danil, angkat suara soal mengemukanya isu “Outing Class” di publik.

Kepsek SMPN 2 Lemahabang Karawang, Nilna Muna

Kepsek SMPN 2 Lemahabang Karawang, Nilna Muna./Foto: Ega

 

“Sehubungan dengan ‘Outing Class’ yang menjadi viral, yang menjadi heboh di media itu, bahwa ‘Outing Class’ yang tadinya sudah dikirim surat edaran, isinya seperti yang sudah beredar di kalangan masyarakat,” katanya kepada Pojokjabar.com saat ditemui di lokasi.

Tiga (3) hari sebelumnya, katanya, kepala sekolah sudah bertemu kembali dengan kelompok orangtua murid yang merasa dirinya mewakili orangtua murid.

“Dalam pertemuan itu sudah diputuskan bahwa akan rapat lagi dengan orangtua murid, dan sekolah akan mengirim undangan lagi ke semua orangtua untuk rapat kembali yang akan direncanakan pada hari Jumat,” ujarnya.

Tetapi, katanya, tiba-tiba dua (2) hari setelah pertemuan itu ada demo siswa.

“Padahal status ‘Outing Class’ itu akan dikaji ulang, akan dibahas ulang pada waktu, hari yang sudah disepakati saat itu, yaitu akan dikirimi surat undangan oleh sekolah kepada semua orangtua murid. Itu penjelasan saya sebagai kepala sekolah SMPN 2 Lemahabang,” terangnya.

Melihat kejadian fakta di lapangan, untuk permasalahan yang ada, yaitu berupa ‘Outing Class’, sebenarnya belum dapat dikatakan layak untuk didemokan, apalagi oleh label murid SMP.

Kepsek SMPN 2 Lemahabang Karawang, Nilna Muna
Kepsek SMPN 2 Lemahabang Karawang, Nilna Muna./Foto: Ega

“Karena permasalahannya sangat sederhana. Dan itu pun dalam proses dibahas ulang. Tiba-tiba terjadi demo, nah itu kepala sekolah menganggap kejadian demo itu bukan kejadian biasa,” kata mengulangi.

(Ega/Pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds