Curhat Pelamar Kerja Karawang, Ahmad Suroto Tanggapi Santai

Tito, salah satu peserta demo dari Solidaritas Pengangguran dan Pribumi Karawang di Pemkab Karawang, Kamis (12/9/2019)./Foto: Ega

Tito, salah satu peserta demo dari Solidaritas Pengangguran dan Pribumi Karawang di Pemkab Karawang, Kamis (12/9/2019)./Foto: Ega

POJOKJABAR.com, KARAWANG– Tito (26), salah satu peserta demo dari Solidaritas Pengangguran dan Pribumi Karawang mengungkapkan sulitnya pribumi mendapatkan pekerjaan di wilayah Karawang, Kamis (12/9/2019).

Lelaki asal Desa Wadas, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang ini mengaku, untuk sekali melamar pekerjaan saja membutuhkan biaya tinggi.

Apalagi ditambah ketidakjelasan dari pihak yang dimasuki lamaran oleh para pelamar kerja.

 

“Kita bikin lamaran 1 aja berapa, hampir 20 ribu, itu 1 lamaran, belum, belum 3, belum ongkosnya, belum buat makan kita, buat adik-adik saya,” ujar Tito.

Tapi, lanjut pria berbaju cokelat ini, saat sampai PT atau Disnaker ataupun BKK, ataupun yang lainnya, tidak diterima.

 

Curhat peserta demo dari Solidaritas Pengangguran dan Pribumi Karawang

Tito, salah satu peserta demo dari Solidaritas Pengangguran dan Pribumi Karawang di Pemkab Karawang, Kamis (12/9/2019)./Foto: Ega

 

“Terus setiap hari kayak gitu, mau sampai kapan, pak? Tolong kami, pak. Kami juga berwenang untuk bekerja di PT ini. Ini Karawang kota kami, bukan kota-kota orang sana,” bebernya saat mediasi peserta demo.

Ia mengungkapkan banyak hal yang sudah keluar sebagai biaya untuk melamar pekerjaan. Namun, itu semua hasilnya nihil alias nol besar.

Demo-di-Karawang-1

Ratusan Pengangguran Karawang Demo Minta Pekerjaan. Ega

 

“Alasannya apa, harus tinggi badan sekian, harus lulusan sekian. Apalagi yang dari pelosok sana, pak, Batujaya, Cimalaya Wetan, yang sananya lagi, saya dari Wades pertengahan di sini. Tapi yang lain, ada yang dapat uang dari rongsok, ada yang uang dapat dari malam Sabtu jualan kopi, pas dapat uang langsung kita bawa buat bikin lamaran,” curhatnya.

Para pelamar pekerjaan, katanya, sudah berdesak-desakan di Disnaker. Terlebih, ia mengungkit bahwa sebentar lagi akan ada Job Fair.

Demo-di-Karawang

Ratusan Pengangguran Karawang Demo Minta Pekerjaan. Ega

 

Namun, tak ada hasil sama lagi terkait pekerjaan untuk pribumi di Karawang.

“Tolonglah, tolong kami, pak. Kami warga Karawang, tolonglah kami untuk bisa kerja di sini, pak. Kami harus ngomong sama siapa lagi?,” tanya pria ini.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang Ahmad Suroto langsung menanggapi saat itu juga.

“Ya udah sekarang santai aja, sabar,” ujar pria ini berusaha menenangkan Tito setelah mencurahkan isi hatinya soal para pelamar kerja.

Berikut ini video curhatannya:

Ratusan anak muda tergabung dalam Solidaritas Pengangguran dan Pribumi Karawang menggelar aksi demo depan Kantor Pemkab Karawang, Kamis (12/9/2019).

Massa menuntut pemerintah turun tangan mengatasi permasalah tingginya angka pengangguran di daerah tersebut. Mereka menuding pemerintah setempat tidak tanggap sehingga masalah pengangguran tidak pernah ada solusi hingga saat ini.

Koordinator aksi, Nace Permana, dalam orasinya mengatakan, menjelang hari jadi Karawang ke-386, justru masyarakatnya masih dalam kondisi terpuruk seperti saat ini.

“Jelang ultah Karawang ke-386 apa yang dirasakan oleh adik-adik? Disini justru ada pengalihan lahan teknis jadi industri, dari tahun 1990 dan hari ini 2019 apa yang sudah didapat masyarakat Karawang,” teriak Nace yang langsung disambut peserta demo.

(mar/ega/pojokjabar)

 

Loading...

loading...

Feeds