Cerita Ayah Candra, Berhenti Sekolah Gara-gara Kondisi Sakit Semakin Memburuk, Berharap pada Pemkab Karawang

Candra, Warga Karawang tengah sakit, perutnya membesar, tangan serta kaki mengecil./Foto: Rmol

Candra, Warga Karawang tengah sakit, perutnya membesar, tangan serta kaki mengecil./Foto: Rmol

POJOKJABAR.com, KARAWANG– Perut sosok Candra membesar, badannya makin kurus, tangan serta kakinya kian mengecil.

Bocah berusia 12 tahun ini terpaksa tidak melanjutkan sekolah karena sakit yang dia derita membuat kondisinya makin memburuk.

Menurut orangtua bocah, Supriadi (43), Candra yang baru sebulan masuk kelas, terpaksa berhenti sekolah di SMP Negeri 2 Kotabaru.

Pasalnya, selain sering mengalami sesak napas saat mengikuti pelajaran, dia pun merasa minder karena faktor perutnya yang terus membesar.

Diungkapkan Suoriadi, anak ketiganya itu mempunyai riwayat tanpa anus sejak lahir dan sempat menjalani operasi saat berusia 3 tahun.

Candra, Warga Karawang tengah sakit

Candra, Warga Karawang tengah sakit, perutnya membesar, tangan serta kaki mengecil./Foto: Rmol

 

Meski sempat menajalani kehidupan normal seperti anak anak pada umumnya, semenjak penyakit penyakit lamanya kambuh dan kian memburuk, Candra kembali menderita.

“Sejak lahir punya riwayat, tanpa lobang anus dan sudah dua kali operasi,” ungkap Supriadi di Karawang, Rabu (21/8).

Di ceritakan Supriadi, saat belajar di sekolah dasar anaknya belajar seperti anak lainnya, walaupun sering tidak masuk sekolah karena sering kumat. Namun akhir-akhir ini penyakitnya kian parah sehingga Candra terpaksa berhenti sekolah.

“Ya, Berhenti sekolah di SMP karena minder saat mengikuti belajar disekolah, ” katanya.

Diketahui perut bocah berusia 12 tahun membesar sejak lima bulan terakhir dan, setiap hari Candra ada dirumah dan sering menangis kesakitan karena kesulitan BAB. Orang tua Candara mengaku tak mempunyai uang untuk membiayai pengobatan anak laki-lakinya itu.

“Saat ini sudah tidak dirawat lagi karena biaya tidak ada, makan sehari-harinya saja susah tak cukup,” terangnya.

Lebih lanjut Supriadi, meminta Pemerintah Kabupaten Karawang segera turun tangan memberikan bantuan untuk menyelamatkan kondisi Candra.

Dikatakan Supriadi keluarganya saat ini tidak terdaftar dalam Program Keluarga Harapan (PKH) sehingga tak ada keringanan biaya pengobatan. Keluarga tersbut kini tinggal di Perum Bumi Indah Pesona Blok DD/21 , Desa Cikampek Barat, Kecamatan Cikampek, Karawang.

“Berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang dapat membantu serta meringankan beban untuk menyembuhkan penyakit yang diderita,” pungkasnya.

(son/rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds