Lumba-lumba Ditemukan Mati di Laut Karawang, Diduga Tercemar Tumpahan Minyak

Lumba lumba yang mati di Laut Karawang sedang dievakuasi (ist)

Lumba lumba yang mati di Laut Karawang sedang dievakuasi (ist)

POJOKJABAR.com, KARAWANG – Seekor lumba-lumba ditemukan sudah mati oleh nelayan di tepi pantai, perairan Pusaka Jaya Utara 3, Kecamatan Cilebar, Karawang.

Diduga kuat lumba-lumba ini mati dampak dari tumpahan minyak mentah milik Pertamina di tengah laut Karawang.

Kabar adanya lumba-lumba mati ini beredar dan viral di jejaring media sosial Facebook. Salah satunya di grup Karawang Info (Karin) yang diposting oleh akun atas nama Ahmad NaYouhu.

Menurut Ahmad, lumba-lumba ini ditemukan sudah mengambang dan mati di tepi pantai. Warga yang melihat langsung mengevakuasi ikan nahas ini ke darat dengan alat seadanya.

Sontak, kabar ini membuat geram warga dan langsung mendapatkan beragam komentar. Mayoritas warga menduga jika lumba-lumba ini mati dampak dari tumpahan minyak Pertamina yang mengakibatkan laut Karawang tercemar.

“Limbah Pertamina semua kena dampaknya ikan pada mati,” tulis akun Bayu Kancil, mengomentari postingan itu.

“Duh efek keracunan limbah minyak Pertamina,” komentar lain ditulis Husna Mubarok.

Sejak diposting pada Sabtu (17/8/2019) siang, kabar ini mendapatkan respon 4 ribu lebih pengguna facebook. Beragam komentar juga memenuhi postingan tersebut.

Aktivis lingkungan di Karawang mulai angkat suara perihal kasus pencemaran minyak mentah yang sudah merugikan warga tersebut.

Bahkan Ketua Karawang Explore, Hadid Suherman, mengatakan, pencemaran minyak ini tidak hanya mengancam permukaan laut dan tambak-tambak, tetapi juga terumbu karang.

Menurut Hadid, berdasarkan observasi yang dilakukan oleh para penyelam Karawang Explore, saat ini kondisi terumbu karang di Karawang masih aman.

Namun saat arah angin berubah keadaan akan berbeda. Pasalnya ancaman minyak mentah dari sumur blok YYA-1 milik Pertamina ONWJ itu bisa mengancam terumbu karang jika musim angin laut berubah arah.

“Saat ini angin laut masih mengarah ke wilayah barat, tetapi jika angin laut sudah mengarah ke wilayah timur, maka ancaman terhadap terumbu karang akan terjadi,” ujar dia.

Sementara itu, hingga saat ini PT Pertamina Hulu Energi mengklaim berhasil mengangkut tumpahan minyak di sekitar anjungan yang bocor di perairan Karawang, antara 300-500 barel per hari dengan jumlah median 400 barel.

“Sampai saat ini volume yang sudah berhasil di-recover dari laut sekitar 6.390 barel. Dalam progress spill di laut, kita harus me-manage atau mengelola pengendalian spill sebesar-besarnya selama dia masih ada di laut,” ujar Direktur PT Pertamina Hulu Energi, Dharmawan Samsu, dalam konferensi beberapa hari lalu.

Saat ini Pertamina sudah berhasil mencapai kedalaman 1.680 meter dalam upaya pengeboran menutup sumur secara permanen.

 

Kondisi lumba lumba yang mati di Laut Karawang (ist)

Kondisi lumba lumba yang mati di Laut Karawang (ist)

(ega/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds