Aktivis Minta Polisi Serius Selidiki Kebocoran Minyak di Laut Karawang

Aparat ketika melihat pantai yang tercemar kebocoran minyak di Laut Karawang (ega)

Aparat ketika melihat pantai yang tercemar kebocoran minyak di Laut Karawang (ega)

POJOKJABAR.com, KARAWANG – Aktivis lingkungan meminta kepolisian serius menyelidiki kasus tumpahan minyak milik PT Pertamina di perairan Laut Karawang.

Koordinator Jaringan Advokasi Tambang Nasional (Jatamnas) Melky Nahar meminta kasus ini bukan sekedar dalam penanganan kompensasi saja.

Melainkan harus penindakan hukum secara tegas yang dilakukan oleh penegak hukum.

“Tetapi jangan ada yang dikambing hitamkan, masa yang ditahan itu kroco-kroco. Karena ada pejabat dalam kasus ini,” ujar Melky, dalam sebuah acara diskusi publik di Karawang beberapa waktu lalu.

Melky juga berharap pemerintah dan Pertamina jujur mengungkapkan apa penyebab terjadinya kebocoran YYA-1 sebagai bahan evaluasi kedapannya.

Atas hasil evaluasi itu pihak-pihak terkait bisa mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Bahkan Jatamnas mengaku kecewa atas lambannya informasi Pertamina kepada publik saat terjadi kebocoran.

Informasi publik itu muncul justru ketika sepekan setelah kejadian terjadi. Kejadian kebocoran terjadi di tanggal 12 Juli 2019. Akan tetapi Pertamina baru melakukan konferensi pers pada 18 Juli 2019.

“Yang membingungkan ada pejabat pemerintah yang mengatakan jika pencemaran minyak ini berkah. Padahal mereka sebagai masyarakat pesisir ini sebagai korban,” katanya.

Wakil Bidang Kelautan Greenpeace, Arifsyah, meminta pihak berwenang menjelaskan kepada publik penyebab kejadian kebocoran ini.

“Apakah kesalahan prosedural atau kesalahan sistem dari birokrasi pemerintah terkait migas?” ungkapnya.

Arifsyah mengatakan, evaluasi harus dilakukan segera dan bersifat transparan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan melakukan audit tanpa harus menunggu dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Ia juga berharap Presiden Joko Widodo untuk turun tangan dalam evaluasi permasalahan Pertamina di Karawang.

Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Eksekutif Walhi Jabar Meiki W Paendong. Kebocoran YYA-1 ini kata dia, jika tidak segera diatasi maka besar kemungkinan wilayah terdampak bisa meluas ke seluruh Pantura (pantai utara) Jabar.

“Seminggu setelah kejadian kita sudah peringatkan jika tumpahan bisa sampai Kepulauan Seribu. Kita khawatir ketika angin berubah, seluruh pantura Jabar bisa terkena dampaknya,” ucapnya.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra mengatakan penyelidikan dilakukan secara paralel atau bersamaan dengan upaya pencegahan agar dampak tumpahan tidak meluas.

“Secara paralel kita melakukan penyelidikan terhadap mengapa peristiwa itu terjadi,” tandasnya.

 

(ega/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds

pernikahan

Sertifikat Layak Nikah Bikin Susah

Sertifikat layak nikah itu nantinya akan dijadikan syarat bagi calon pengantin untuk menikah. Jika tidak memiliki sertifikat tersebut, calon pengantin …