Dampak Pemadaman Listrik, PDAM Karawang Curhat Rugi Rp500 Juta

Direktur Utama PDAM Karawang, M. Sholeh./Foto: Ega

Direktur Utama PDAM Karawang, M. Sholeh./Foto: Ega

POJOKJABAR.com, KARAWANG– Bukan hanya masyarakat, kerugian akibat padamnya listrik pada Minggu, (4/8/2019) hingga Senin (5/8/2019), juga diraskan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Karawang.

Perusahaan ‘plat merah’ milik Pemkab Karawang ini mengalami kerugian lebih dari Rp500 Juta dalam satu hari akibat dari pemadaman listrik tersebut.

Direktur Utama PDAM Karawang, M. Sholeh, mengatakan, PDAM saat itu mengalami mati mesin selama 45 jam.

“Ada alat yang rusak juga akibat mati listrik secara mendadak,” kata Sholeh.

Meski demikian, pihaknya telah mengantisipasi padamnya listrik agar tidak mengganggu distribusi air ke pelanggan.

Listrik-Mati

ilustrasi

 

Ia menyebut, petugas lapangan PDAM siaga selama 24 jam menerima laporan dan siap bertindak cepat jika ada kendala yang dialami pelanggan.

Sholeh mengatakan, akibat dari padamnya listrik tersebut membuat pihak PDAM merugi cukup besar. Dalam satu jam, PDAM kehilangan pendapatan sebesar Rp 12 Juta rupiah.

“Kita padam selama 45 jam. Silakan artikan saja 45 jam kali Rp12 juta. Kira-kira lebih dari Rp500 juta kita kehilangan pendapatan,” ujarnya.

Listrik padam di Jakarta dan Jawa Barat (ist)

Ilustrasi listrik padam di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Hari ini, Selasa (6/8) listrik normal di Bogor. (ist)

 

Pihaknya menyarankan pelanggan untuk menyediakan persediaan air cadangan, untuk berjaga-jaga ketika ada kejadian serupa.

“Ya, kita gak mau terulang lagi. Tapi saya imbau kepada semua pelanggan agar punya simpanan air lebih untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.

Direktur Utama PDAM Karawang, M. Sholeh

Direktur Utama PDAM Karawang, M. Sholeh./Foto: Ega

(Ega/Pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds