Memalukan, Akhirnya Belasan Orang Diduga Penyelenggara Pemilu Kembalikan Uang Ratusan Juta kepada Caleg DPR RI

Ketua KPU Karawang, Miftah Farid saat diwawancara sejumlah awak media (ist)

Ketua KPU Karawang, Miftah Farid saat diwawancara sejumlah awak media (ist)

POJOKJABAR.com, KARAWANG – Belasan PPK atau penyelenggara pemilu tingkat kecamatan yang diduga terlibat kasus jual beli suara Pileg 2019 di Karawang, akhirnya mengembalikan duit haram kepada Caleg Perindo EK Budi Santoso dari total yang mereka terima Rp 600 Juta.

Keduabelas penyelenggara pemilu yang jelas-jelas seharusnya mengawal demokrasi secara jujur dan adil, tercoreng oleh keserakahan untuk mendapatkan uang lebih dari caleg yang bertarung di pileg 2019. Padahal mereka nyata-nyata orang-orang pilihan yang memiliki intelektual,mengerti dan tau aturan.

Proses pengembalian uang dari belasa penyelenggara pemilu itu diungkapkan Ketua Pemilihan Umum (KPU) Karawang, Miftah Farid, usai memanggil belasan pengurus PPK pada Senin (17/6/2019).

“Sudah ada proses pengembalian dari oknum-oknum PPK kepada caleg yang bersangkutan,” ujar Ketua KPU Karawang Miftah, kepada wartawan usai pertemuan.

Miftah tak menampik ada sebanyak 12 PPK menerima duit tersebut dari seorang Caleg. Namun ia membantah jika uang itu untuk jual beli suara.

“Mereka (PPK) sudah mengembalikan tapi belum 100 persen,” ungkapnya.

Miftah menjelaskan, uang yang diterima para pengurus PPK itu bukan untuk merubah suara Caleg. Melainkan untuk mengajak keluarga dan tetangga agar mencoblos salah satu caleg. Keterangan itu ia peroleh setelah melakukan klarifikasi kepada 12 PPK yang beberapa hari ini ramai diberitakan media.

Atas temuan tersebut, Bawaslu Karawang harus bertindak cepat untuk melakukan koordinasi dengan penegak hukum. Karena bukti-bukti penyelenggara pemilu yang mengembalikan uang kepada caleg sudah di akui. (Ega/Pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds