Belasan Oknum yang Diduga Penyelenggara Pemilu Penikmat Uang Haram Caleg DPR RI, Bersiap Dipenjarakan

Caleg DPR RI dari Perindo, Engkus Kusnaya Budi Santoso, saat jumpa pers masalah jual beli suara di Pileg lalu dirinya mengaku menggelontorkan dana hampir 1 Milyar untuk para penyelenggara pemilu.

Caleg DPR RI dari Perindo, Engkus Kusnaya Budi Santoso, saat jumpa pers masalah jual beli suara di Pileg lalu dirinya mengaku menggelontorkan dana hampir 1 Milyar untuk para penyelenggara pemilu.

POJOKJABAR.com, KARAWANG – Nasib para oknum yang diduga para penyelenggara pemilu karawang, tinggal menunggu waktu masuk jeruji besi. Karena Caleg DPR RI yang merasa tertipu secara terstruktur tidak main-main akan melaporkan mereka semua ke pihak berwajib.

Meski gagal, Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI dari Partai Perindo untuk Dapil Jabar VII, Eka Budi Santoso mengaku habis duit banyak selama pencalonan kemarin.

Meski begitu, EK tidak merinci untuk apa saja uang yang ia hitung mencapai lebih dari Rp5 Miliar tersebut. Namun yang jelas, EK mengaku telah tertipu oleh belasan oknum yang diduga para PPK dan 1 Komisioner KPU Karawang berinisial AM.

EK mengaku diduga menjadi korban mafia jual beli suara oleh penyelenggara pemilu. Saat itu, ia dijanjikan bisa meraih sebanyak 50 ribu suara dengan syarat menyetorkan sejumlah uang. Totalnya hampir mencapai Rp1 Miliar sudah ia serahkan kepada 12 PPK dan 1 Komisioner KPU.

Namun hasil suara pileg yang ia raih ternyata jauh dari harapan. Khusus di Karawang ia hanya meraih sebanyak 4 ribu suara dari 50 ribu yang dijanjikan.

Artinya, EK harus gagal melenggang ke senayan di luar konteks gagalnya Perindo dalam Parlementary Threshold.

“Kurang lebih habis segitu (5 Miliar),” ujar EK kepada Pojokjabar.com melalui pesan singkat, Minggu (16/6/2019).

Atas kasus yang menimpanya itu, EK kemudian berencana melaporkannya ke pihak berwajib dalam waktu dekat. Saat ditanya kapan waktu pasti melapor ke Polisi, EK berdalih masih menunggu pengacaranya yang masih di luar kota.

“Saya lagi tunggu pengacara saya. Dia masih pulang kampung,” kata dia. (Ega/Pojokjabar)

loading...

Feeds