Belum Ada Museum, Benda Cagar Budaya Rentan Pindah Tangan

Benda pusaka yang baru diamankan Pemda atas hibah dari masyarakat. Yanto/pojokjabar

Benda pusaka yang baru diamankan Pemda atas hibah dari masyarakat. Yanto/pojokjabar

POJOKJABAR.com, INDRAMAYU – Benda-benda pusaka Indramayu rentan berada ditangan kolektor. Belum adanya museum ditengarai sebagai salah satu penyebab utama bukti sejarah itu hilang.

“Sejumlah 150 tombak dan sekitar 75 keris yang diamankan di Gedung Pancaniti Pendopo Kabupaten Indramayu,” ungkap Suparto Agustinus, Pelaksana Museum dan Benda-Benda Purbakala (Muskala) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Indramayu, Kamis (13/06/2019).

Lanjutnya menyampaikan, banyak dari benda pusaka yang berada di gedung Pancaniti hanya titipan dari sang pemilik. Praktis Pemda Indramayu belum bisa memilikinya secara utuh. Langkah pengamanan tersebut dilakukan agar peninggalan sejarah Indramayu tidak mudah jatuh ketangan kolektor. Padahal dikatakan Tinus, Pemda Indramayu bisa membeli pusaka sejarah tersebut dengan catatan kalau pemiliknya mau menjual. Berdasarkan UU Cagar Budaya No 11 Tahun 2010.

“Kebanyakan masih titipan dari masyarakat,” cetusnya.

Dengan banyaknya benda-benda purbakala lainya, menurutnya, perlu adanya museum. Tempat khusus untuk menyimpan pusaka dan benda-benda purbakala lainya. Sehingga barang-barang tersebut tidak mudah jatuh ketangan kolektor.

“Keris-keris yang berada di situs-situs sejarah di Indramayu sudah banyak yang hilang, karena kolektor itu (dibeli). Ada yang minat maka terjadi transaksi,” katanya.

Pihaknya pun tidak menampik jika benda-benda purbakala banyak yang jatuh ketangan kolektor. Khususnya benda-benda yang baru ditemukan oleh masyarakat.

“Banyak (dijual keloktor), saat apalagi masyarakat menemukannya dan tidak diamankan,” tandansya.

(pri/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds