Pengakuan Para Pedagang Pasar di Karawang Soal Harga Bikin Tepuk Jidat

Seorang pedagang sedang merapihkan bawang merah. Ist

Seorang pedagang sedang merapihkan bawang merah. Ist

POJOKJABAR.com, KARAWANG–┬áPedagang di Karawang mengaku penurunan harga tidak siginifikan sejak kenaikan sebelum lebaran.

Hal ini diketahui lantaran harga bahan pokok (bapok), seperti cabai merah keriting, masih terbilang tinggi hingga hari ketujuh pasca lebaran.

Harga cabai merah keriting saat ini masih pada kisaran Rp70 ribu per kilogram, seperti di pasar tradisional Cikampek dan Pasar Rengasdengklok, Kabupaten Karawang.

“Hanya turun Rp10 ribu perkilogram dari sebelumnya sempat tembus Rp80 ribu perkilogram,” ungkap Nani (30) salah satu pedagang di Pasar Pemda Cikampek, Rabu (12/6).

Menurutnya, masih tingginya harga cabai merah keriting akibat jalanan masih macet dan pasokan terlambat ke pasar yang membuat pasokan berkurang dan berdampak pada harga sejumlah komoditas.

“Mungkin akibat macet, pasokan berkurang ke tingkat agen,” jelasnya.

Senada dengan Nani, Rogaya (56) salah seorang pedagang sayur lainnya, mengaku menjual cabai keriting masih pada kisaran Rp70 hingga Rp75 ribu per kilogram dari harga normalnya Rp35 ribu per kilogram.

Begitupun harga bawang merah masih Rp45 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp30 ribu per kilogram, dan harga Jengkol naik menjadi Rp50 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp40 ribu per kilogram.

“Bawang merah dan jengkol juga naik ,” katanya.

Sementara, pedagang daging ayam potong, Sulastri (40) mengaku ada penurunan harga ayam potong sejak naik menjelang lebaran, kini harga ayam potong dijual Rp48 ribu per potong dari sebelumnya mencapai Rp60 ribu per potong.

“Sudah mulai turun, sejak tiga hari lalu, katena pasokan stabil,” pungkasnya.

(yud/rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds