Pasca Lebaran Karawang Diserbu Kaum Urban

para kaum urban saat berdatangan di terminal karawang untuk mencari peruntungan mencari kerja di karawang.

para kaum urban saat berdatangan di terminal karawang untuk mencari peruntungan mencari kerja di karawang.

POJOKJABAR.com, KARAWANG – Pasca Lebaran adalah momen bagi masyarakat untuk melakukan urbanisasi. Selain ibu Kota Jakarta, Karawang adalah salah satu daerah yang diserbu kaum urban untuk mengadu nasib sebagai pekerja.

Banyak masyarakat luar daerah berbondong-bondong pergi ke Kabupaten Karawang untuk mencari pekerjaan. Maklum, Karawang dikenal sebagai daerah industri dengan gaji tertinggi di Indonesia. Tak heran jika kepadatan penduduk di Karawang semakin meningkat usai libur Lebaran.

Ketua Ikatan Penulis dan Pemerhati Kependudukan (IP2K) Ujang Gugun Gunawan mengatakan, laju pertumbuhan penduduk akibat tingginya kaum urban, akan mempengaruhi serapan tenaga kerja lokal yang lulus di tahun ini.

“Tentu dimana ada gula, semut tertarik datang. Apalagi Karawang dinobatkan sebagai pemilik rekor UMR tertinggi di Indonesia, siapa pun akan tertarik mengadu nasib kesini,” ujar Gugun, kepada Pojokjabar.com, Selasa (11/6/2019).

Berdasarkan catatan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Karawang, lonjakan urban terjadi secara signifikan terjadi empat tahun terakhir. Pada 2016 tercatat sekitar 30 ribu pendatang
tinggal di Karawang. Setahun kemudian bertambah sekitar seribu orang.
Menjadi 31 ribu orang pada 2017. Sedangkan pada 2018 sekitar 33 ribu orang. Diprediksi, lonjakan arus urbanisasi dalam 2 tahun ke depan akan tembus 40 ribuan.

“Ini harus jadi perhatian semua pihak lantaran
dampak lanjutnya menjadi kompleks ketika para pendatang tersebut membutuhkan tempat tinggal. Mayoritas mereka akan tinggal indekos atau sewa kontrakan di dekat kawasan industri yang
terkonsentrasi di beberapa kecamatan seperti Kecamatan Klari,
Cikampek, Karawang Barat,Karawang Timur dan Telukjambe dan
Ciampel,” jelasnya.

Sementara Pemerintah Daerah tentunya tak punya kewenangan untuk membendung apalagi melarang pendatang karena setiap warga Negara berhak atas pekerjaan, sebagaimana termaktub dalam UUD 1945.

“Tantangannya sejauh mana masyarakat lokal Karawang dapat meningkatkan
kompetensi untuk bersaing. Saat ini ada banyak program pengembangan SDM baik dari Pusat maupun Provinsi.Oleh karenanya saya mengajak khususnya generasi muda dapat mengakses program tersebut,” tandasnya. (Ega/pojokjabar)

loading...

Feeds