Harga ‘Selangit’, Ketupat Tetap Diburu Masyarakat

Ketupat diburu masyarakat. Yanto/pojokjabar

Ketupat diburu masyarakat. Yanto/pojokjabar

POJOKJABAR.com, INDRAMAYU – H-2 menjelang Idul Fitri 1440 H. Ketupat menjamur di pasar tradisonal Indramayu. Satu ikat ketupat berisi 10 biji di bandrol Rp. 10.000.

“Rp.1000/biji (ketupat,red),” ungkap Taswinih (51) salah satu penjual ketupat di Pasar Baru Indramayu, Senin (03/06/2019).

Mangkal sejak Pukul 08.00 WIB hingga siang hari sekitar Pukul 12.11 WIB, dirinya sudah menjual sekitar 12 iket ketupat. Praktis sudah mengantongi uang sebanyak Rp.120.000.

“Beli paling banyak 3 iket,” ucapnya.

Ibu yang sehari-harinya berprofesi sebagai buruh tani itu sudah lama berjualan ketupat di Pasar Baru saat perayaan Idul Fitri sudah dekat. Dirinyapun mengaku untuk berjualan ketupat hanya mengeluarkan modal untuk membeli janur kelapa. Bahan utama untuk membuat ketupat.

“35 Ribuan untuk beli janur. Yang menganyam ketupat keluarga sendiri,” jelasnya.

Dewi, salah pembeli ketupat mengaku, ketupat menjadi makanan yang wajib dihindangkan saat Hari Raya Idul Fitri. Dimana keluarga besar akan berkumpul.

“Disantap dengan sambal goreng ati dan opor ayam,” katanya.

Dewi pun tidak menampik bila harga ketupat yang dijual cukup mahal. Namun lantaran dirinya tidak bisa menganyam janur, mau tidak mau untuk bisa mendapatkan ketupat satu-satunya cara yakni dengan membeli.

“Bikin gak bisa, dan butuhnya juga tidak begitu banyak karena hanya untuk konsumsi keluarga. Tak apalah, yang penting ada ketupat dimeja makan,” paparnya.

(pri/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds